Barcelona Tak Lagi Spesial

Melihat judul di atas, mungkin banyak orang yang mengamininya secara diam – diam. Semenjak dipegang Ernesto Valverde, Barcelona secara perlahan kehilangan identitas mereka sebagai sebuah tim dengan permainan timnya yang harmonis dan pastinya mengedepankan sepakbola indah. Bagi Barcelona, cara menyerang dan bertahan yang terbaik adalah penguasaan bola dan ruang secara mutlak. Kini, konsep permainan tersebut sangat amat jarang terlihat.

Praktis, kini nasib Valverde hanya terselamatkan berkat faktor X dari sang kapten, Lionel Messi. Bagi Messi sendiri pun keadaan ini cukup menyulitkan melihat bagaimana ketergantungan terhadap performanya mulai tidak sehat layaknya ketergantungan tim nasional Argentina selama ini padanya. Mungkin Barcelona tak lagi senyaman dulu kala sebelum Valverde datang. Namun perlu diingat, di bawah asuhan Valverde pun Messi berevolusi menjadi seorang playmaker yang bisa bergerak lebih sedikit namun tetap mampu menguasai arah pertandingan melalui sentuhannya. Evolusi ini pula yang membuat Messi tetap bersinar meski sudah memasuki usia uzur di dunia sepakbola profesional.

Jika masih banyak yang berkata bahwa Messi merindukan Iniesta, Xavi, hingga Neymar, orang tersebut tak sepenuhnya salah. Bersama mereka, Messi bisa berbagi beban di atas lapangan. Lihat saja statistik Messi musim lalu. Tanpa nama – nama di atas, Messi tetap mampu mengeluarkan permainan terbaiknya. Bahkan tanpa Messi, mungkin Barcelona takkan mampu keluar sebagai yang terbaik di ajang La Liga. Kekalahan di ajang Copa del rey dan Liga Champions adalah bukti bahwa Messi tetaplah sosok manusia biasa. Tak serta merta Ia bisa melakukan segalanya seorang diri.

Kedatangan pemain sekaliber Antoine Griezmann dan Frenkie de Jong pun nyatanya belum mampu merubah dikte permainan Barcelona di bawah arahan Valverde musim ini. 2 laga mengecewakan telah mereka lalui dengan berpenampilan layaknya tim nasional Argentina yang hanya mampu mengandalkan sosok Messi. Seperti tak punya jalan keluar lain, para pemain Barcelona di laga melawan Levante dan Slavia Praha nampak terus mencari Messi dengan harapan bahwa Messi akan muncul bak superman yang menyelamatkan hari mereka. Sungguh menyedihkan melihat tim dengan pesona layaknya Barcelona kini harus jatuh menjadi sebuah tim yang tak layak disebut sebagai sebuah tim karena selalu mengandalkan sosok bernomor punggung 10 tersebut.

Sulit rasanya melihat Barcelona bermain sedemikian rupa. Pintu keluar pun nampak semakin dekat dengan Valverde musim ini. Bahkan, bisa saja sebenarnya pintu keluar tersebut telah berada di ambang kaki Valverde saat ini. Apapun situasinya, Barcelona harus secepatnya keluar dari kondisi kritis ini. Jika tidak cepat melakukan perubahan, nasib mereka bisa saja terus jatuh layaknya dua tim Inggris asal Manchester dan London Utara yang hanya jago tampil di halaman depan berita harian olahraga karena prestasinya yang makin tahun makin bapuk saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *