Berkah & Anomali

Jika Balon d’Or berbicara tentang pemain sepakbola terbaik tiap tahunnya, maka Lionel Messi tanpa diragukan pasti keluar sebagai pemenang bola emas tahun ini. Virgil van Dijk memang menjalani periode luar biasa, namun jika kita berbicara perihal tugas dari van Dijk sebagai pemain bertahan, jumlah clean sheet serta statistik individu lainnya dari van Dijk tentu tertinggal jauh dari semua jumlah gol, assists, serta statistik lainnya yang telah dipenuhi Messi sebagai seorang pemain menyerang.

Bicara perihal pemenuhan tugas saja, Messi unggul jauh. Tanpa mengecilkan vitalnya peran van Dijk, kita tahu bahwa gelar Liga Champions lah harapan terakhir van Dijk untuk naik podium. Lucunya, kedua pemain menjadi penentu kemenangan Liverpool dan Barcelona di pertandingan terakhir mereka sebelum pengumuman pemenang Balon d’Or diumumkan.

Messi adalah sebuah berkah. Setiap tahunnya Ia dan Ronaldo menjadi dua pesepakbola yang tak kunjung lelah menunjukkan supremasinya. Keduanya saling menarik satu sama lain untuk terus naik ke level yang lebih tinggi. Messi dan Ronaldo pun selalu dibandingkan setiap kali bertanding meski Ronaldo sudah hijrah ke Italia. Lihat saja bagaimana ketidaksengajaan Ronaldo memblokir sepakan Dybala menjadi bahan pergunjingan para penggemar Messi yang secara sigap memanfaatkan momen ini untuk melayangkan cacian bagi sang megabintang asal Portugal tersebut. Berkah seperti ini belum tentu bisa kita nikmati lagi dalam beberapa dekade mendatang.

Sedang bagi Virgil van Dijk, Ia adalah sebuah anomali. Layaknya Neuer dan Modrid beberapa tahu ke belakang. Muncul sebagai penghibur yang membuat perebutan singgasana ini semakin ramai. Anomali selalu dibutuhkan agar suasana tidak menjadi monoton. Segala sesuatu yang mudah diprediksi tentu takkan jadi bahan tontonan yang menarik. Keberhasilan van Dijk menarik Liverpool dan tim nasional Belanda kembali ke level permainan mereka menjadi sebuah kisah yang diharapkan banyak penggemar sepakbola netral akan berakhir indah.

Jika tahun lalu keberhasilan Modrid memecah duopoli Messi – Ronaldo akan terus dipergunjingkan, musim ini bisa saja polemik tersebut takkan lagi terulang.

Karena bagi saya pribadi, Messi tanpa ragu seharusnya keluar sebagai pemenang yang sah dan layak menggondol pulang bola emasnya yang ke-6 ke rumah.

Maaf Virgil. Engkau berprestasi di jaman yang sedikit kurang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *