Buktikan di Eropa

Entah karena barisan pendukungnya yang menyebalkan, atau karena performa mereka yang terlalu impresif, kini Liverpool berada di posisi yang sama seperti Manchester United beberapa tahun ke belakang. Berprestasi, namun selalu diselubungi praduga tak bersalah perihal bantuan wasit, atau lebih tepat kita sebut VAR jaman sekarang. Padahal, memang mungkin inilah nasib yang akan selalu dialami semua penguasa pada jamannya. Rakyat jelata ingin mereka segera lengser dengan isu penuh fitnah, berbagai tipu muslihat, serta bujuk rayu menyesatkan pada sesama di kalangan bawah.

Dengan segala hormat kepada tim yang dini hari tadi baru saja menang “beruntung” dari Chelsea, Liverpool musim ini berada di level permainan yang berbeda. Mereka tak hanya mengandalkan pola permainan kaku yang mendewakan serangan balik ataupun bantuan wasit di menit – menit akhir pertandingan. Liverpool, dengan segala pandangan pribadi saya, memiliki sistem permainan dan organisasi yang begitu syahdu. Mungkin tak seindah itu kala disaksikan secara langsung, tapi begitu padu dan solid saat dianalisa lebih mendalam. Jika mereka bisa bermain sebaik ini, itu bukanlah hasil dari menyuap wasit atau belanja layaknya sebuah tim yang bisa memetik uang dari pohon. Proses jangka panjang Klopp berhasil mengubah pandangan kita terhadap model permainan sepakbola yang tak melulu harus cantik, anggun, dan indah disaksikan penonton awam.

Saya tidak bilang bahwa Klopp lebih baik dari Sir Alex, tapi keduanya berada pada sebuah jaman yang berbeda. Pendekatan Klopp jelas lebih kekinian dibanding gaya Sir Alex yang lebih otoriter. Namun keduanya sama – sama berhasil membuat sebuah gejolak baru. Gejolak kebangkitan para pembenci dua tim terbesar dalam sejarah sepakbola Inggris.

Dan berkaca pada sejarah, saat kemenangan di Liga Domestik tak lagi cukup dan selalu dikaitkan dengan berbagai macam rupa skandal, pembuktian di Eropa akan menjadi tonjokan yang tak terelakkan. Dini hari besok (WIB), perjuangan Liverpool mempertahankan singgasananya berlanjut. Atletico Madrid menjadi lawan yang harus dilewati demi menutup mulut mereka yang terus menyangsikan tim terbaik dunia saat ini.

Melihat sepak terjang seluruh peserta babak 16 besar Liga Champions, saya sendiri paling menjagokan Liverpool untuk kembali menyabet trofi si kuping besar musim ini. Tak perlu malu untuk mengakui bahwa tidak ada celah besar dalam tiap permainan yang dilakoni Liverpool. Saat celah kecil itu terbuka, para pemain mereka pun tak hentinya muncul layaknya seorang superhero yang datang di saat genting. Selalu memberikan performa terbaik untuk menyelamatkan Liverpool dari malapetaka.

Sungguh nikmat rasanya menjadi pendukung Liverpool saat ini. Setelah semua yang mereka lalui 2 hingga 3 dekade terakhir, kini mereka layak larut dalam euforia dan berteriak lantang mengaku – ngaku sebagai tim terbaik di dunia.

Eropa. Itulah pembuktian yang bisa menutup mulut semua orang.

Jika tak berhasil, tak perlu lah Liverpool bersedih. Karena penggemar sepakbola sejati tau kalau perjuangan semusim penuh di Liga adalah yang terpenting dan terutama. Gelar Eropa hanyalah sebuah bonus. Terkecuali bagi Barcelona & Real Madrid tentunya.

Dan Liverpool bukanlah Barcelona maupun Real Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *