Daya Tarik Liverpool

Liverpool tak dipungkiri adalah salah satu klub elite Premier League yang punya sejarah panjang dan daya tarik tersendiri bahkan menjadi klub impian bagi pesepak bola dunia. Meskipun untuk urusan koleksi gelar Premier League, mereka cuma baru memenangkannya sekali saja.

Namun untuk prestasi di level Eropa, Liverpool tak ada lawan. Mereka klub Inggris yang mengoleksi trofi trofi Liga Champions yang paling banyak. The Reds enam kali juara kompetisi tersebut.

Liverpool juga telah memenangi banyak trofi di pentas domestik. Baik di Piala FA maupun di Piala Liga dan Community Shield.

Jadi banyak pemain yang menganggap Liverpool sebagai klub impiannya. Para pemain itu bahkan mengaku ingin bermain bagi klub Merseyside tersebut. Sebagian pemain itu bahkan saat ini masih aktif bermain.

Kesempatan itu bisa saja digunakan oleh Liverpool pada musim panas 2021. Apalagi mereka kabarnya mencari amunisi baru untuk makin memperkuat tim.

Sergio Aguero membela Manchester City sejak 2011. Ia akan cabut dari Etihad Stadium pada musim panas 2021 nanti.

Namun jauh sebelum ke City, tepatnya saat masih memperkuat Independiente, ia mengaku sangat mengagumi Liverpool. Aguero mengaku sangat kagum pada The Reds, terutama setelah melihat penampilan Steven Gerrard dkk di final Liga Champions 2005 saat melawan AC Milan.

“Jika saya harus memilih liga maka itu akan menjadi Premier League,” kata Aguero seperti dikutip surat kabar Munich, TZ, ketika ditanya tentang masa depannya saat itu.

“Saya telah menjadi penggemar Liverpool selama saya bisa mengingat dan akan menjadi mimpi bermain di sana. Saya menonton final Liga Champions dan merayakan setiap gol seolah-olah itu untuk Independiente.”

Aguero sebenarnya nyaris sempat pindah ke Liverpool. Akan tetapi manajer The Reds saat itu yakni Rafael Benitez memutuskan untuk tidak memboyongnya ke Anfied.

Ivan Toney saat ini bermain di divisi Championsip, tepatnya bersama klub Brentford. Pemain yang sejauh ini jadi top scorer divisi tersebut dengan raihan 28 gol itu mengakui dirinya sangat mengidamkan pindah ke Liverpool pada musim panas lalu dalam sebuah sesi tanya jawab.

Saat itu ia masih bermain di Peterborough.

“Liverpool,” jawab Toney dalam sesi tanya jawab di media sosial ketika ditanya jika bisa memilih bermain di mana pun, klub mana yang akan ia pilih.

Tete adalah pemain berposisi winger yang berasal dari Brasil. Saat ini ia menjadi andalan kub asal Ukraina, Shakhtar Donetsk.

Tete masih muda, 21 tahun. Ia mengaku sangat bermimpi bisa bermain di Premier League. Tapi Liverpool bukan satu-satunya klub impiannya. Ada juga Manchester United dan Barcelona.

“Tiga klub adalah bagian dari impian saya di Eropa: Barcelona, ​​Manchester United dan Liverpool,” katanya.

“Klub raksasa dengan manajer fantastis dan banyak trofi. Sebagai pemain, saya bermimpi memenangkan gelar penting dan klub-klub itu adalah opsi luar biasa untuk mencapainya,” serunya.

“Saya tahu United dan Liverpool adalah rival. Tapi, jika saat memilih salah satu dari mereka benar-benar terjadi, saya harus memilih dengan bijak,” ungkap Tete.

Nama anak muda berusia 20 tahun ini masih cukup asing. Namun Jay Idzes disebut punya masa depan cerah.

Saat ini ia bermain di klub divisi Liga 2 Belanda dengan Go Ahead Eagles. Ia sebelumnya memperkuat PSV Eindhoven.

“Sebagai seorang anak, saya tidak perlu menjadi astronot atau apa pun, karena selalu ada sepak bola, sepak bola, sepak bola dengan saya,” kata Idzes.

“Dan kemudian saya bahkan tidak peduli level apa yang telah saya capai. Tentu saja, saya memimpikan Liverpool, tetapi saya harus menunjukkan seberapa jauh yang bisa saya capai,” serunya.

Pemain berusia 23 tahun itu sekarang bermain di klub Bundesliga, Stuttgart. Sasa Kalajdzic berasal dari Austria.

Ia mengaku senang bermain di Stuttgart. Namun ia menegaskan tak bakal menolak jika ada tawaran untuk gabung Liverpool karena dirinya fans The Reds garis keras.

“Saya merasa betah di VfB (Stuttgart) tetapi itu akan menjadi keputusan yang sangat sulit karena saya sangat menyukai Liverpool,” katanya.

“Klub ini sangat spesial bagi saya. Ketika saya masih kecil, saya melihat final Liga Champions pada 2005 ketika Liverpool bangkit dari ketertinggalan 3-0 melawan Milan untuk menang. Itu mencengkeram saya.”

“Terakhir kali saya pergi ke pertandingan Liverpool dengan saudara laki-laki saya, saya benar-benar membuat diri saya senang: Saya membeli syal, jersey, topi, dan mug.”

Martin Odegaard saat ini bermain di Arsenal. Namun ia berstatus sebagai pemain milik Real Madrid.

Sebelum gabung Madrid, pemain asal Norwegia ini pernah dikejar oleh banyak klub Eropa. Ia lantas mengaku dari semua klub yang mengejarnya, ia berharap bisa gabung Liverpool, meski hal itu bukan harga mati.

“Liverpool selalu menjadi klub impian saya. Tapi saya tidak akan membiarkan ini mempengaruhi keputusan saya ketika saya memilih klub baru,” ucapnya pada Sport Bild pada tahun 2015 silam.

“Ini semua tentang menemukan tim yang terbaik untuk saya dan untuk perkembangan saya. Itu belum tentu Liverpool,” sambung Odegaard.

“Saya belum benar-benar memikirkan masa depan saya. Saya akan mengakhiri musim di sini dan kemudian mengunjungi sejumlah klub. Namun, saya belum membuat keputusan akhir. Tentu saja, sangat menyanjung ketika Anda mendengar bahwa klub-klub besar mengejar. kamu, tapi saya tidak terlalu sering memikirkannya,” tegas Martin Odegaard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *