Ekspektasi Bielsa & Kita Semua

Marcelo Bielsa akan membuat Liga Primer Inggris lebih menarik musim ini.

Begitulah kira – kira kesimpulan dari banyaknya berita mengenai performa perdana Leeds United setelah 16 musim vakum mentas di panggung tertinggi sepakbola Inggris. Bukan main – main, mereka mampu memberikan pukulan telak bagi sang juara bertahan Liverpool. Tanpa diduga, Liverpool kewalahan bermain melawan tim berseragam putih yang terus berlari bagaikan pelarian gila layaknya melawan diri mereka sendiri. Ungkapan yang sering disematkan lawan – lawan Liverpool di beberapa musim ke belakang kini berbalik arah. Liverpool merasakan kengerian dari apa yang selama ini lawan mereka rasakan.

Data pada pertandingan tersebut juga menyingkap hal yang mengejutkan. Leeds berhasil menguasai bola lebih banyak (possesion), melakukan sentuhan lebih banyak, serta memiliki jumlah operan serta tekel lebih banyak dari sang juara. Hanya saja, expected goal (xG) (perhitungan statistik mengenai kualitas sebuah peluang sebuah tim) Liverpool menembus angka 3.25 berbanding 0.25 xG milik Leeds. Meski mencetak 3 gol, Bielsa sadar bahwa hal tersebut didapat secara “jorok”. Hal ini membuat Bielsa kecewa karena tidak efektifnya para pemain dalam membukukan peluang di depan gawang lawan. Tentu Bielsa perlu cemas mengingat tak mungkin para pemainnya bisa terus melakukan hal serupa di setiap pekannya.

Menarik melihat bagaimana Liverpool pada akhirnya berhasil menang karena individu para pemainnya yang dibarengi oleh kecerobohan Rodrigo di paruh akhir pertandingan. Tanpa hadiah penalti tersebut, bisa saja Liverpool dan Leeds akan berbagi 1 angka saat peluit panjang ditiupkan.

Bielsa sebagai pelatih pun punya ekspektasi lebih untuk terus memeras keluar potensi para pemainnya musim ini di level yang lebih tinggi. Ekspektasi Bielsa pun berbanding lurus dengan ekspektasi kita sebagai penikmat sepakbola Inggris yang ikut terangsang setelah pertandingan gila di Anfield Sabtu lalu.

Dan kini, dunia kembali diingatkan pada sosok Leeds sebagai klub tradisional Inggris yang berharap dapat kembali terbang seperti sedia kala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *