Emas Ketiga Bolt dari Lari Estafet

“Cheetah” asal Jamaika Usain Bolt menutup kariernya dengan manis di Olimpiade dengan raihan prestasi luar biasa. Ia sukses meraup tiga medali emas di tiga gelaran Olimpiade (Triple-triple).

Di ajang bergengsi 4 tahunan itu, Bolt berhasil mendapatkan  medali emas di tiga nomor lari cepat. Sebelumnya, ia sudah memenangkan nomor 100 meter dan 200 meter. Terakhir pada hari Sabtu (20/08/2016) pria 29 tahun itu kembali mendapatkan medali emas dari lari estafet 4×100 meter.

Dalam nomor lari estafet, Bolt bermitra dengan Asafa Powell, Yohan Blake, dan Nickel Ashmeade. Total, waktu tempuh keempat orang tersebut demi medali emas dengan catatan 37,27 detik.

Tim Jamaika diikuti tim Jepang [perak] dan tim Amerika Serikat, namun AS didiskualifikasi sehingga medali perunggu pun diberikan kepada Kanada.

Diberitakan BBC Sport, AS mengklaim pihaknya didiskualifikasi karena Justin Gatlin menerima tongkat estafet terlalu cepat.

Termasuk medali emas dari lari estafet, Bolt telah mengoleksi total sembilan medali emas dari tiga gelaran olimpiade. Itu adalah jumlah koleksi medali terbanyak yang didapat seorang atlet atletik sepanjang masa Olimpiade.

Bulan Februari lalu, Bolt mengatakan akan pensiun setelah Kejuaraan Dunia tahun depan. Dengan demikian torehan triple-triple Bolt telah menjadikannya sebagai salah satu atlet Olimpiade terbesar sepanjang masa.

Selain Bolt, atlet atletik lain yang pernah mengumpulkan sembilan emas adalah pelari dan pelompat AS Carl Lewis dan pelari jarak jauh Finlandia, Paavo Nurmi.

 

Ingin Jadi Legenda

Bolt ternyata bercita-cita menjadi legenda setenar Ali maupun Pele. Setelah sukses mengukir kembali sejarah mencetak ‘triple triple’ di ajang olahraga terbesar ini, bisa dikatakan ambisinya itu tinggal selangkah lagi.

“Apalagi yang bisa saya lakukan untuk membuktikan bahwa saya yang terhebat? Saya ingin menjadi salah satu yang terbaik di antara (Mohamad) Ali dan Pele,” tutur Bolt seperti dikutip dari BBC.

“Saya telah membuat olahraga ini menarik, saya membuat banyak orang melirik olahraga ini. Saya meletakkan olahraga ini di level berbeda.”

Bolt menorehkan catatan waktu 19,78 detik untuk meraih medali emas keduanya di Rio de Janeiro. Di belakangnya ada sprinter asal Kanada, Andre de Grasse yang meraih medali perak dengan waktu 20,02 detik.

Catatan waktu Bolt itu memang jauh dari rekornya yang dibuat pada kejuaran atletik dunia di Berlin 2009 silam, yakni 19,19 detik. Namun, ia mengakui dirinya bukan lagi Bolt seperti pada saat 11 tahun lalu.

“Saya tidak bahagia dengan waktu itu. Saya sudah semakin tua, saya tidak semuda dan sebugar dulu,” ujarnya.

 

Sumber foto: google.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *