F1: Bos Pelaksana Grand Prix Monaco Sesalkan Pembatalan Balapan

Grand Prix Monaco

Untuk pertama kalinya sejak 1954, jalan-jalan di Monaco tidak akan bergema dengan suara mesin mobil Formula 1 setelah Automobile Club de Monaco (ACM) mengumumkan pembatalan GP Monaco tahun 2020 setelah dihantam krisis wabah virus corona.

Sejatinya, seri balapan F1 GP Monaco akan dilaksanakan pada 21-24 Mei sebelum badai virus corona menghantam dunia olahraga balap mobil tersebut.

Berbicara kepada media, presiden Automobile Club de Monaco, Michel Boeri, amat menyesalkan pembatalan terhadap balapan di jalan raya tersebut di musim ini.

“Ini tidak mungkin. Kami merasa buntu. Selain itu, kami bukan satu-satunya olahraga di Monaco. Ada begitu banyak acara antara Agustus dan Oktober,” kata Boeri.

“Kami tidak bisa semuanya melakukan pada waktu yang bersamaan dan kami tahu kami membutuhkan 45 hari untuk merakit sirkuit dan 25 hari untuk membongkarnya.” tambah Boeri.

Boeri mengakui bahwa keputusan untuk membatalkan semua kegiatan di sirkuit Monaco amat memilukan, tetapi ia dan ACM perlu menerima hal tersebut demi keselamatan dan kesehatan orang banyak di seputar sirkuit Monaco.

“Menjadi tidak mungkin untuk memerangi epidemi yang mulai muncul, dan ketika FIA dan F1 mengumumkan bahwa acara Mei tidak dapat diadakan, kami tidak punya pilihan.” kata Boeri.

“Keputusan semacam itu tidak dianggap enteng, tetapi setelah mempertimbangkan dengan saksama keparahan krisis global, dengan sangat sedih ACM harus membuat keputusan untuk membatalkan.

“Kurangnya pemahaman mengenai dampak pada Kejuaraan Dunia F1 musim2020, ketidakpastian terkait dengan partisipasi tim, konsekuensi berkaitan dengan langkah-langkah kurungan yang berbeda seperti yang diambil oleh berbagai pemerintah di seluruh dunia.

“Pembatasan multi-perbatasan untuk mengakses Kerajaan Monaco, tekanan pada semua bisnis yang terlibat, staf berdedikasi mereka yang tidak dapat melakukan instalasi yang diperlukan, ketersediaan tenaga kerja dan sukarelawan yang sangat diperlukan lebih dari 1500 orang yang dibutuhkan untuk keberhasilan acara berarti bahwa situasinya tidak dapat dipertahankan lagi.” tambah Boeri.

Sejauh ini, seri balapan GP Austria masih menunggu kepastian dari FIA dan F1. Akan tetapi, seri balapan ini kemungkinan besar akan mengalami nasib seperti seri balapan sebelumnya, dimana akan dibatalkan akibat wabah virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *