Frank Lampard Seleksi Pemain Untuk “Ditendang”

Legenda sekaligus manager Chelsea, Frank Lampard resmi menduduki kursi kepelatihan Chelsea pada awal musim ini. Seiring berjalannya waktu, Lampard ternyata mampu melampaui ekspektasi petinggi klub. Chelsea saat ini berada di peringkat keempat pada klasemen sementara Premier League.

Pencapaian itu tentu saja sangat luar biasa bagi Lampard. Sebab, pria asal Inggris itu harus memulai musim tanpa kehadiran Eden Hazard dan klub terkena hukuman larangan transfer.

Chelsea sekarang punya target besar untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Mereka saat ini unggul tiga poin dari peringkat kelima Manchester United.

Tim muda Lampard mungkin sudah melampaui semua harapan. Namun, untuk mengejar gelar juara pada musim depan, ada beberapa pemain yang harus dilepas pada musim panas.

Pedro Rodriguez menjadi pemain favorit penggemar setelah bergabung dengan Chelsea pada tahun 2015. Datang dari Barcelona, ??pemain Spanyol itu punya reputasi yang hebat dan bisa membantu The Blues meraih banyak gelar.

Pedro berhasil memenangkan gelar Premier League, Piala FA dan Liga Europa selama lima tahun di Stamford Bridge. Namun, pada usia 32 tahun, tidak banyak yang bisa ditawarkan pemain sayap itu kepada tim.

Musim ini, Pedro hanya mencetak satu gol dalam sembilan penampilan di Premier League. Kontribusi yang tidak memuaskan seperti itu menambah beban pemain-pemain seperti Tammy Abraham dan Mason Mount di lini serang.

Lampard sangat suka memainkan pemain muda selama menjadi manajer Chelsea. Karena itu, tenaga Pedro sepertinya sudah tidak dibutuhkan lagi di Chelsea.

Meski menampilkan performa yang bagus belakangan ini, Marcos Alonso bukan pemain yang akan membawa Chelsea ke level selanjutnya. Frank Lampard ingin membangun dinasti di Stamford Bridge dan pemain berusia 29 tahun itu bukan tipe pemain yang bisa diandalkan Lampard untuk membangun fondasi tersebut.

Alonso menghabiskan sebagian besar musim ini di bangku cadangan. Lampard menginginkan pemain muda mendominasi timnya dan sayangnya, Alonso tidak mendapat tempat di sana.

Di bawah Antonio Conte, Alonso adalah pemain yang sangat penting bagi Chelsea. Namun, di bawah Lampard, ia sering bermain sebagai bek kiri tetapi penampilannya tidak terlalu mengesankan.

Di era modern, fullback perlu memiliki kebugaran yang luar biasa untuk bisa naik turun di semua pertandingan. Sayangnya, Alonso tidak memiliki kualitas ini.

Frank Lampard tidak terlalu mempercayai kemampuan Michy Batshuayi. Pemain Belgia itu kerap mendapatkan kesempatan di tim utama tetapi tidak berhasil menunjukkan performa yang memuaskan.

Batshuayi tidak berhasil mencetak gol ketika dimasukkan dari bangku cadangan. Karena itu, Lampard mendesak The Blues untuk mendatangkan striker baru di bursa transfer.

Olivier Giroud saat ini berada di depan Batshuayi dalam pilihan Lampard. Lampard tidak membekukan pemain berusia 26 tahun itu karena ia membuat 24 penampilan pada musim ini tetapi hanya mencetak enam gol.

Torehan yang buruk seperti itu tidak bisa diterima di tim sebesar Chelsea, terutama dengan ambisi memenangkan gelar dalam waktu dekat. Karena itu, sudah saatnya Chelsea mendatangkan striker yang lebih baik dari Batshuayi.

Willian sudah meraih kesuksesan besar selama berada di Chelsea. Akan tetapi, usia sang pemain saat ini sudah menginjak 31 tahun.

Kontrak Willian di Stamford Bridge akan habis pada akhir musim nanti. Namun, winger asal Brasil itu masih belum menunjukkan tanda-tanda akan menandatangani kontrak baru.

Lampard tidak perlu menahan pemain yang sudah tidak konsisten selama beberapa musim terakhir. Musim ini, Willian hanya mencetak tujuh gol dan membuat enam assist dalam 37 penampilan.

Willian sudah menjadi aset berharga bagi Chelsea. Namun, pada tahun 2020, tidak banyak lagi yang bisa ditawarkan pemain veteran itu kepada tim asuhan Lampard sejauh ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *