Gaethje Bongkar Taktik Taklukkan Khabib

Juara interim kelas ringan UFC, Justin Gaethje, mengaku sudah mengantongi cara menaklukkan pemegang sabuk kelas ringan UFC Khabib Nurmagomedov.

Gaethje suskes mengalahkan Tony Ferguson di UFC 249. Ia dijadwalkan untuk berhadapan dengan Khabib untuk memperebutkan gelar juara kelas ringan UFC.

Petarung asal Amerika Serikat itu akan menghadapi strategi yang berbeda ketika melawan Khabib dibanding saat berhadapan dengan Ferguson. Gaya bertarung Khabib yang mengandalkan bantingan dan kuncian akan menjadi tantangan tersendiri bagi Gaethje.

Gaethje menyadari lawannya memiliki kualitas bagus dan rekor tanpa kalah di ajang mixed martial arts. Ia pun mengungkapkan cara dirinya berlatih dan taktik serangan yang akan digunakan saat melawan Khabib.

“Saya akan melakukan hal yang sama seperti pertarungan-pertarungan sebelumnya. Saya akan berlatih dengan baik. Hal pertama yang menjadi masalah ketika Anda letih adalah kaki. Jadi saya akan lebih sering berlari, lompat tali, latihan sepeda statis, loncat, dan berjongkok,” ujar Gaethje dilansir dari Essentially Sports.

“Jika kaki saya berada dalam kondisi terbaik, saya tidak akan letih. Dan ketika saya tidak letih saya bisa tampil baik. Ketika saya tampil baik, saya bisa menyerangnya. Jika saya bisa menyerangnya, saya akan menghantamnya seperti sebuah truk. Saya hanya harus menendang betisnya delapan kali untuk membuatnya lemah,” tambah petarung berjuluk The Highlight itu.

Gaethje adalah petarung yang dikenal memiliki kemampuan stand fight yang baik. Kemampuan pukulan dan tendangan Gaethje sudah menghasilkan 19 kemenangan, sementara tiga kemenangan lain berasal dari kuncian dan perhitungan juri.

Dari 19 kemenangan KO yang dikantongi Gaethje dalam karier MMA, paling tidak sudah ada empat lawan yang dibuat takluk melalui tendangan.

Sementara Khabib yang memiliki catatan 28 kali menang tanpa kalah tercatat 10 kali mengunci lawan, 10 kali menang angka, dan delapan kali menang KO.

Tak hanya membongkar taktik cara mengalahkan calon lawannya, Gaethje juga sempat mengomentari Conor McGregor. Gaethje menegaskan McGregor tak lagi mendominasi seperti beberapa tahun lalu. Untuk itu, McGregor butuh kerja keras dan tidak bisa langsung memilih pertarungan seperti saat ia berada di masa jaya dulu.

“Dia sudah kehilangan pengaruh. Saya tak menyebut di mata publik, namun di kalangan petarung, dia sudah kehilangan rasa hormat meski ia mungkin tidak peduli dengan hal itu.”

“Namun bagi saya, saya tetap sedikit mempertimbangkan hal itu. Dia tidak lagi memegang kartu pertarungan. Saya telah menempatkan diri saya di tempat yang bagus,” ucap Gaethje, dikutip dari ESPN.

Hingga saat ini belum ada tanggal pasti pertarungan Gaethje vs Khabib, namun Presiden UFC Dana White sudah mengumumkan rencana pertemuan dua petarung tersebut bakal berlangsung September 2020.

Sumber foto: nypost.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *