Gudang Senjata Terkuat

Sulit dipercaya bagaimana pertandingan yang begitu terbuka antara Perancis dan Jerman dini hari (WIB) tadi hanya dipisahkan oleh sebuah gol bunuh diri dari Matt Hummels pada babak pertama. Jual beli serangan yang terjadi terutama di babak kedua sungguh memanjakan siapapun yang menyaksikan laga tersebut.

Dari laga ini kita bisa melihat bagaimana Jerman dihukum akibat dari tidak efektifnya serangan mereka di depan gawang. Kredit memang pantas diberikan kepada Perancis yang juga mengubah gaya bermain dengan memanfaatkan cara Jerman berusaha menguasai bola di lini tengah. Pertahanan rapi serta kinerja luar biasa trio lini tengah Pogba-Kante-Rabiot menjadi kunci bagaimana Perancis memiliki kartu lain untuk dimainkan saat lawan lebih menguasai permainan. Pogba sendiri tampil sungguh luar biasa dengan kualitas umpan jauh terukur yang membuatnya dengan mudah melakukan bypass langsung ke lini pertahanan Jerman. Benzema serta Griezmann yang mundur cukup dalam dan berani adu fisik untuk melakukan hold bola juga menjadi kunci. Pergerakan kedua pemain depan ini mau tidak mau menarik pemain bertahan Jerman untuk naik lebih tinggi ke lini tengah. Setelahnya, satu dua sentuhan dari Benzema/ Griezmann kepada Pogba atau pemain di sekitar mereka akan dilanjutkan menjadi umpan terobosan mematikan bagi Kylian Mbappe yang berkecepatan tinggi.

Kita tengok saja bagaimana Mbappe nyaris mencetak gol cantik hasil kombinasi di atas sebelum tekel sempurna Hummels menghalau laju bola di dalam kotak penalti. Selain itu, skema serupa sebenarnya berbuah gol meski kemudian dianulir karena posisi offside Mbappe yang cukup tipis sebelum bola dilesakkan ke dalam gawang oleh Benzema. Mbappe juga mencetak gol cantik yang sayangnya juga dianulir karena hal serupa.

Benzema pada laga ini memperlihatkan bahwa Ia juga bisa memainkan peran yang selama ini diemban Giroud pada turnamen Piala Dunia 3 tahun silam. Griezmann sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik di Piala Eropa 2016 pun rela bermain lebih kotor demi kepentingan tim di saat mendesak dan krusial. Hal ini belum lagi didukung oleh para pemain cadangan yang tentu bisa memberikan banyak opsi untuk dimainkan saat Deschamps merasa Perancis membutuhkan perubahan.

Perancis punya banyak kartu yang bisa mereka mainkan serta terus meracik formula bermain terbaik untuk tiap turnamen yang mereka ikuti. Di sisi lain, Jerman nampak tak mengalami banyak kemajuan setelah era kesuksesan mereka di tahun 2014. Inilah hasil yang membedakan kedua tim tersebut dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir. Dan jangan terkejut jika setelah ini Perancis terus menerus meraih kemenangan dengan cara yang berbeda dari apa yang mereka tunjukkan saat melawan Jerman.

Gudang senjata Perancis kini terisi sempurna sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Tinggal bagaimana Deschamps mengeluarkan senjata tersebut di waktu terbaik sajalah yang akan menjadi kunci keberhasilan senjata tersebut untuk bekerja maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *