Langkah Selanjutnya

Saat semua pihak membahas kegagalan dan overthinking Pep Guardiola, tak banyak yang mencoba melihat bagaimana Tuchel dan Chelsea akan melanjutkan momentum mereka di musim 2021/2022 mendatang.

Bersama Chelsea, Tuchel dikabarkan segera melakukan perpanjangan kontrak selama 3 musim. Pertemuan perdananya dengan sang pemilik klub Roman Abramovich dalam sesi perayaan kemenangan di Porto kemarin menjadi awal baik dari hubungan langsung jangka panjang yang diharapkan kedua belah pihak. Konon berita juga menyiarkan bahwa Abramovich siap mendukung Tuchel dari segi pembelian pemain yang diharapan. Romelu Lukaku menjadi target yang sepertinya akan menjadi incaran utama Tuchel meski sang pemain sudah dua kali gagal di kesempatan sebelumnya bersama Chelsea.

Dalam asuhan Tuchel, Chelsea berubah menjadi sosok tim yang berbeda setidaknya dari segi mentalitas. Perlu dicatat bahwa kemenangan menghadapi City di laga final Liga Champions adalah pencapaian yang teramat luar biasa. Berbeda dengan Di Matteo yang melakukannya dan di cap beruntung, Tuchel dan Chelsea bermain lebih baik dan menang dalam adu strategi menghadapi idolanya Pep Guardiola. Sebuah hal yang tentu tak bisa dianggap sebelah mata dan pantas terus dikenang sebagai salah satu kemenangan paling heroik dalam sejarah sepakbola Chelsea.

Meski demikian, bagaimana jadinya andai di laga kemarin Pep tak melakukan perubahan skema yang menguntungkan Chelsea? Apa jadinya jika pemain bertahan Chelsea tak tampil prima dan Kai Havertz gagal mengkonversi peluang emas saat berhadapan langsung dengan Ederson? Bisa saja narasi bahwa Tuchel akan menjadi pelatih tetap Chelsea urung terjadi. Kita tahu bagaimana Chelsea akan mengakhiri musim dengan 2 gelar runner-up dan meski lolos ke ajang Liga Champions berikutnya, mereka mengakhiri musim dengan hasil minor menghadapi Aston Villa. Saya memprediksi bahwa di sini ada faktor kecil yang memberikan perbedaan pada kelangsungan masa depan Chelsea dan Tuchel. Dan mungkin saja hal tersebut adalah faktor eksternal seperti egoisme Pep Guardiola.

Saya tak yakin Chelsea akan meraih hasil heroik ini andai Pep dan City mau bermain lebih pragmatis. Memang Chelsea masih sangat mungkin meraih kemenangan, namun mungkin saja hal tersebut didapat melalui babak adu penalti atau gol yang lebih berbau keberuntungan. Aksi heroik para pemain akan sedikit tertutupi narasi tersebut layaknya kemenangan yang mereka raih di Eropa pertama kali tahun 2012 silam. Saya pribadi meragukan bagaimana Tuchel akan menghadapi tim City yang bermain pragmatis dan lebih sabar. Melemparkan semua pemain menyerang layaknya yang Ia lakukan kala mengejar ketertinggalan di ajang Piala Fa menghadapi Leicester? Di laga itu Chelsea tak memberikan sebuah keyakinan bagaimana Tuchel mempunyai rencana cadangan. Sesuatu yang jelas harus diperhatikan ke depannya.

Pada akhirnya Tuchel berhasil memaksa City bermain dengan umpan panjang hingga lemparan jauh ke dalam ala Stoke City. City dan Pep pada akhirnya tak punya cukup waktu untuk memberikan demonstrasi bagaimana proyek jangka panjang City seharusnya dimainkan. Pada akhirnya, semua tim berusahan untuk menang dengan cara apapun yang berkenan di atas lapangan. Dari segi ini, Chelsea dan Tuchel melakukan apa yang harus mereka lakukan sedari awal peluit pertandingan ditiupkan dan City serta Pep tidak melakukannya.

Menarik melihat bagaimana Tuchel akan meracik tim juara ini musim depan. Masih ada nama seperti Hakim Ziyech dan Christian Pulisic yang belum tampil maksimal. Ada pula beberapa nama yang mungkin takkan lagi lama bersama Chelsea seperti Hudson-Odoi, Thiago Silva, Mateo Kovacic, hingga mungkin saja Olivier Giroud. Belum lagi bagaimana strategi transfer Chelsea nanti akan membawa dimensi baru bagi Tuchel untuk meraih gelar domestik yang pastinya menjadi target mereka di musim depan.

Sanggupkah Tuchel memberikan keyakinan pada para pendukung Chelsea serta Roman Abramovich di musim berikutnya? Semoga saja. Kita tahu bagaimana Chelsea nampak lebih cocok dengan proyek pelatih di jangka pendek hingga menengah dibandingkan proyek jangka panjang seperti yang dilakukan Manchester City bersama Pep Gurdiola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *