Manchester United Bisa Finish 4 Besar Premier League

Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United terus berusaha untuk meningkatkan performa mereka, poin demi poin berusaha keras mereka raih dari setiap pertandingan yang mereka jalanin. Mereka pernah terperosok di peringkat 10 klasemen Premier League. Manchester United beberapa waktu yang lalu juga hanya berselisih enam poin dari klub yang berada di zona degadrasi.

Namun, perlahan tapi pasti Setan Merah mulai merengsek naik ke urutan kelima klasemen sementara dengan raihan 24 poin. Dari 16 laga di Premier League, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu meraih enam kali menang dan enam kali imbang.

Terbaru, Manchester United berhasil mengalahkan dua klub besar, yakni Tottenham Hostpur (2-1) dan Manchester City dengan skor 2-1. Selain hasil yang bagus, performa Setan Merah dalam dua laga terakhir juga cukup memuaskan.

Kondisi tersebut tentunya bisa membuat posisi klub yang bermarkas di Old Trafford terus naik. Kini, Manchester United hanya terpaut lima angka dari Chelsea yang berada di uruan keempat.

Meskipun performa klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu terkadang masih kerap naik turun, banyak faktor yang bisa membuat Setan Merah bisa mengakhiri kompetisi Premier League di posisi empat besar.

Marcus Rashford mulai mencuri perhatian saat Manchester United dilatih Louis Van Gaal pada Februari 2016. Kala itu, Rashford mampu mencetak dua gol saat Setan Merah menang dengan skor 3-2 atas Arsenal.

Rashford yang waktu itu masih berstatus sebagai pemain akademi langsung dipercaya masuk tim utama Mancheter United. Perlahan tapi pasti performa pemain berusia 22 tahun itu terus meningkat.

Pada musim ini, Rashford sudah mencetak 10 gol dari 16 pertandingan terakhir di Premier League. Menariknya dari 10 golnya musim ini, lima di antaranya ia catatkan saat bertemu klub berstatus ‘Big Six’.

Torehan tersebut masing-masing ia catatkan saat bertemu Chelsea (4 gol), Liverpool (1 gol), Tottenham Hotspur (2 gol) dan Manchester City satu gol. Catatan apik Rashford diprediksi masih akan berlanjut hingga pertandingan akhir musim.

Jika Rashford bisa tampil konsisten, Manchester United tentunya bisa masuk empat besar klasemen Premier League 2019-2020.

Beberapa waktu yang lalu, skuat Ole Gunnar Solskjaer tak mempunyai amunisi lini tengah yang bagus, terutama sejak ditinggal Paul Pogba karena cedera.

Namun, kekhawatiran itu sudah mulai hilang setelah ada sosok Fred dan Scott McTominay. Kedua pemain bermain apik di lini tengah Setan Merah, terutama saat derbi Manchester.

Fred yang baru menjalani derbi Manchester mampu memegang kendali lini tengah saat melawan Manchester City, Minggu (8/11/2019) di Etihad Stadium. Kondisi tersebut tentunya sedikit mengurangi ketakutan fans Manchester United jika Paul Pogba hengkang.

Jika Manchester United bisa menjaga Fred dan Scott McTominay bebas dari cedera, mungkin tak ada lagi kekhawatiran mengenai kemungkinan perginya Paul Pogba dari Old Trafford.

Pada musim ini, Manchester United kerap mengganti komposisi pemain dalam setiap pertandingan. Hal tersebut yang membuat Setan Merah kerap kehilangan poin.

Selain itu, Manchester United jarang bisa menurunkan pemain-pemain terbaiknya karena ada yang mengalami cedera.

Namun, kondisi berbeda terjadi saat Manchester United bertemu Manchester City dalam pekan ke-16 Premier League 2019-2020. Solskjaer menurunkan 11 pemain terbaiknya pada laga tersebut.

Paul Pogba yang masih mengalami cedera posisinya sementara digantikan Jesse Lingard. Kemudian Anthony Martial yang baru kembali langsung mengisi ujung tombak Manchester United.

Dengan memakai formasi 4-2-3-1, tiga pemain yang berada di belakang Martial ialah Marcus Rashford, Daniel James serta Lingard berada di belakang persis Anthony Martial.

Kemudian dua pemain yang mengisi lini tengah ialah Fred dan Scott McTominay. Sedangkan empat pemain dipercaya untuk mengisi lini pertahanan yakni, Luke Shaw, Harry Maguire, Victor Lindelof dan Aaron Wan-Bissaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *