Meski Terancam Dipecat, Asisten Pelatih Wilder Yang Lempar Handuk Dapat Pujian

Masa depan Mark Breland, asisten pelatih Deontay Wilder, menjadi tidak jelas lantaran melakukan aksi yang dinilai sejumlah pihak kontroversial saat ia memutuskan melempar handuk dalam laga lawan Tyson Fury. Lebih-lebih hal itu tak disukai Wilder.

Wilder tidak bisa memberikan jawaban lugas terkait masa depan Breland. Ia mengaku bakal pergi ke Afrika lebih dulu sebelum mengambil keputusan.

“Kami belum memutuskan. Saya akan pergi dulu ke Afrika. Setelah saya pulang dari Afrika kami akan mengadakan rapat untuk mencari perubahan-perubahan yang harus diambil,” ungkap Wilder.

“Tak peduli keputusan apapun yang diambil, saya selalu mencintai Mark, begitu juga seluruh tim. Dia sudah ada bersama saya sejak awal. Sejauh ini kami belum membuat keputusan apapun,” tambahnya.

Sinyal pemecatan Breland dapat ditebak dari pernyataan Wilder tentang keputusan Breland melempar handuk di ronde ketujuh itu. Wilder sendiri mengaku kecewa dengan keputusan Breland yang melempar handuk ketika melihat Wilder dihujani pukulan oleh Tyson Fury di ronde ketujuh.

“Hati saya terasa hancur melihat Mark melakukan itu. Bila saya pernah berkata semacam saya siap ‘membunuh’ seseorang di atas ring, saya tentu juga punya prinsip yang sama bahwa saya juga siap bila hal itu juga terjadi pada saya. Saya lebih memilih mati dibandingkan bersama seseorang yang melemparkan handuk,” tegas Wilder.

“Dia tahu hal ini karena hal tersebut sudah dipertimbangkan. Saya sudah berkata sejak bertahun-tahun lalu. Saya berkata pada para pelatih bahwa bagaimana pun situasi yang terlihat dari luar, tak peduli betapa kalian mencintai saya, jangan pernah mengambil keputusan berdasarkan perasaan emosional. Jangan pernah melempar handuk karena kehormatan saya adalah segalanya,” ujar Wilder.

Sebelumnya, pelatih Jay Deas juga mengaku terkejut dengan keputusan Breland melempar handuk. Deas menyatakan dalam tim Wilder, keputusan melempar handuk tidak hanya jadi wewenang dirinya saja, melainkan juga asisten pelatih.

Meski bergejolak di internal tim Wilder, aksi Breland justru mendapat pujian dari Andre Ward. Mantan juara dunia kelas menengah dan berat itu memuji keputusan Breland. Ward mengatakan Breland sudah melakukan hal yang tepat untuk menyerah.

Ward menilai Breland lebih peduli terhadap Deontay Wilder sebagai pribadi, daripada Deontay Wilder sebagai atlet dan itulah yang sepantasnya dilakukan oleh seorang pelatih.

“Tugas pertama pelatih adalah melakukan segala cara untuk memastikan petarung kembali ke keluarga mereka. Hal lainnya menjadi yang kedua, termasuk meraih kemenangan,” ucap Ward.

Sumber foto: mmamania.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *