Miliki Motor dan Kepala Teknisi Baru, Rossi Bahagia

Pebalap veteran MotoGP, Valentino Rossi, mengaku bahagia memiliki motor dan kepala teknisi baru. Ia senang karena hendak menggunakan tunggangan barunya tersebut untuk bersaing di MotoGP musim depan.

Rossi menilai kedatangan David Munoz sebagai kepala teknisi bakal menghadirkan semangat baru pada sesi tes akhir tahun di Sirkuit Jerez.

“Orang-orang di garasi senang dengan kedatangan David. Dia muda dan memiliki cara kerja yang berbeda. Sekarang yang kami butuhkan adalah waktu untuk saling mengerti satu sama lain secara lebih baik dan semakin mengetahui motor,” ungkap Rossi dikutip dari GPOne.

“Banyak hal [yang berubah dengan kedatangan Munoz]. Dia memiliki persiapan yang lebih banyak dan bisa menggunakan teknologi baru serta alat-alat baru dengan baik. Ini pengalaman yang baru buat saya. Saya senang,” tambah pebalap yang berjuluk The Doctor tersebut.

Valentino Rossi memang sudah tidak muda lagi. Ia bahkan tercatat sebagai pebalap MotoGP tertua saat ini.

Bahkan Legenda MotoGP senegaranya, Marco Lucchinelli menilai Rossi seharusnya sudah pensiun sejak beberapa musim lalu dari ajang balap motor paling bergengsi tersebut.

Pernyataan Luchinelli ini mengacu prestasi Rossi yang kian menurun di pentas MotoGP 2019. Di akhir musim ini, Rossi hanya menempati posisi ketujuh klasemen akhir pebalap.

Posisi tersebut ditempati Rossi karena hanya bisa dua kali naik podium. Torehan itu dibuat Rossi saat menempati podium kedua di MotoGP Argentina dan Amerika Serikat.

Rapor Rossi itu sangat kontras jika dibandingkan saat tampil di MotoGP 2018 dengan lima kali menempati podium. Pebalap asal Italia tersebut empat kali menempati podium ketiga di MotoGP Qatar, Prancis, Italia, dan Catalunya.

Meskipun demikian, di usia 40 tahun ini tidak menjadi hambatan bagi pebalap dengan sebutan The Doctor ini.

Ini terlihat dari antusiasme Rossi dalam menyambut motor terbarunya, YZR-M1 2020. Kepala teknisi dan motor anyar tak lantas membuat Rossi merasa puas begitu saja.

“Kami berada di jalur yang tepat, tetapi masih ada perbedaan besar dengan yang terbaik. Jika kami bisa lebih cepat 10 km/jam di Jerez, jarak di lintasan lurus bakal menjadi masalah,” ujar Rossi.

“Saya merasa ada perbaikan dengan mesin baru, tetapi saya butuh lebih dari ini, dan saya harap akan ada perbaikan di [tes] Sepang,” tambahnya.

Sesi tes di Sirkuit Jerez tidak berlangsung mulus bagi Rossi karena hujan turun sehingga tidak dapat membandingkan motor lama dan motor baru di atas lintasan yang kering.

Sumber foto: foxsports.com.au

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *