Mimpi Yang Belum Tentu Seindah Kenyataan

Betapa sulitnya menjadi pelatih untuk tim sekaliber Barcelona. Valverde resmi dipecat setelah 2,5 tahun menjadi pelatih di Barcelona dan memberikan 4 gelar bagi publik Camp Nou. Valverde menjalani 145 pertandingan dengan hasil 97 kali menang, 32 hasil seril, dan 16 kekalahan. Sungguh sayang, kekalahan yang hanya berjumlah 16 kali (terutama dari Roma, Liverpool di Liga Champions, dan Atletico Madrid baru – baru ini) berakibat fatal hingga membuat banyak pihak muak akan kepemimpinan Valverde dan memintanya mundur.

Tak lama berselang setelah pengumuman dipecatnya Valverde, Barcelona secara cepat meresmikan penggantinya dalam sosok Quique Setien, sosok yang sebenarnya tak lagi asing bagi sepakbola Spanyol. Pelatih berusia 61 tahun tersebut sudah malang melintang menukangi 8 tim termasuk di antaranya Racing Santander, Las Palmas, & Real Betis. Bahkan Ia pernah melatih tim nasional Guinea di tahun 2006 silam.

Namun, banyak pihak merasa pemilihan ini terlalu berat bagi sosok Setien yang sepanjang karirnya tak pernah sekalipun meraih trofi bergengsi kala melatih. Hanya saja, Setien pasti tak peduli akan semua keraguan tersebut karena salah satu mimpi terbesarnya baru saja terealisasi berkat penunjukkannya sebagai pelatih baru Barcelona musim ini.

Ya, mimpi untuk melatih seorang Lionel Messi.

Melalui apa yang sudah kita lihat selama ini, seorang pelatih anyar di Barcelona wajib mengambil hati Lionel Messi jika karier mereka ingin bertahan lama. Memang sulit rasanya membayangkan jika kita harus memberi nasihat pada salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada. Hingga wajar rasanya jika selama ini pelatih yang paling berhasil membentuk Messi hanyalah sosok Pep Guardiola yang memang datang saat Messi tengah mengalami fase berkembang sebelum akhirnya menjadi pemain terbaik dunia. Setelahnya, para pelatih di Barcelona dan Argentina selalu berusaha mengakomodasikan pemain lainnya untuk bermain melayani Messi. Messi adalah pusat dari tim Barcelona dalam 1 dekade terakhir.

Beruntung bagi Setien, Ia disinyalir sudah memiliki modal kedekatan dengan pemain berjulkan La Pulga tersebut. Momen pertemuan perdana antara Setien dan Messi tercipta saat Barcelona masih ditangani Pep Guardiola. Saat itu, Setien mendapat kesempatan menyaksikan secara langsung sesi latihan yang dijalani Messi dan kawan-kawan. Di sana, Setien berujar bahwa Ia berharap agar Messi masi terus bermain hingga Ia berusia 60 tahun. Ia berharap suatu saat Ia bisa berada satu kubu dengan pemain yang mempesona hatinya saat itu. Dan di usianya yang ke-61, Setien berhasil mewujudkan mimpinya.

Momen keakraban mereka juga tertangkap kamera saat Setien masih melatih Las Palmas. Di akhir pertandingan, Setien menghampiri Messi dan keduanya pun terlihat berangkulan hingga masuk lorong Estadio Gran Canaria. Padahal saat itu Las Palmas takhluk 1-4 dari Barcelona.

Setien boleh girang karena kini salah satu mimpi terbesarnya berhasil jadi nyata. Namun, Ia harus sadar bahwa Messi adalah pemain terbaik dunia yang diyakini, tak semudah itu untuk diajak bekerja sama apalagi mengingat sepak terjang Setien yang selama ini tidak banyak berurusan dengan para pemain bintang. Selain itu, Barcelona adalah tim yang perlu memenangi gelar bergengsi setiap musimnya. Jika tak mampu menjalani 2 tugas di atas dengan baik, bisa saja masa kerja Setien hanya akan seumur jagung saja bersama Barcelona.

Tapi, untuk saat ini, setidaknya biarkan saya mengucapkan selamat kepada Setien.

Semoga apa yang selama ini engkau impikan tak berakhir tragis dan sia – sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *