Musim Yang Terancam Bubar

Tidak meredanya pandemik virus COVID-19 di Inggris benar – benar mengancam akan ditiadakannya musim 2019/2020. Para petinggi klub Liga Primer akan berdiskusi lebih lanjut mengenai kelanjutan Liga yang diharapkan mampu selesai paling lambat pada tanggal 30 Juni 2020.

Hal ini dikarenakan banyaknya kontrak yang berakhir setelah tanggal tersebut. Para pemain pinjaman, sampai pemain yang kontraknya tinggal tersisa sedikit bisa saja hijrah saat liga belum rampung. Begitupun staff kepelatihan yang terikat kontrak kerja di masing – masing klub. Hal ini dianggap tidak akan adil bagi tim – tim yang ditinggalkan oleh pilar yang habis masa kontraknya. Selain itu, andai pun pemain dan para staff rela memperpanjang masa bakti mereka, hal ini hanya akan mempersulit keadaan dengan perjanjian yang harus ditulis ulang dan disepakati bersama. Belum lagi keterikatan sponsor yang mempunya masa berlaku.

Wacana untuk memainkan sisa laga secara bersamaan di pusat pelatihan tim nasional yang memiliki banyak komplek lapangan menjadi opsi. Tentunya para penonton pun tidak bisa ikut menyaksikan laga tim kesayangan mereka.

Namun, keputusan pada hari Jumat mendatang pastinya tidak final dan mengikat dikarenakan kondisi yang belum menentu. Pihak FA harus mendapatkan 14 lebih suara untuk memutuskan keputusan mayoritas. Namun sekali lagi, masih banyak hal yang bisa saja berubah dan prediksi saat ini masihlah sejauh perkiraan saja.

Pertanyaannya, lebih tidak adil mana? Mereka yang sudah bersusah payah selama lebih dari separuh musim atau permasalahan ditinggal beberapa pemain yang lepas kontrak?

Tentukan sendiri jawabanmu dalam hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *