Pacquaio Sukses Tampil Apik Lawan Vargas

Beberapa bulan setelah menyatakan pensiun dari ring tinju, Manny Pacquiao akhirnya kembali naik ring menghadapi Jessie Vargas. Setelah sukses merebut sabuk juara dunia kelas welter dari Vargas, Pacquiao mengaku gembira dengan performanya di atas ring.

Pacquiao tampil dominan sepanjang laga dan bahkan sempat menjatuhkan Vargas di ronde kedua. Meskipun di usian 37 tahun, kecepatan dan serangan beruntun Pacquiao tak dapat dipandang sebelah mata.

“Saya sangat gembira. Saya mencoba untuk memukul jatuh Vargas di tiap ronde yang dijalani namun saya juga tak ingin ceroboh.”

“Saya sangat waspada untuk masuk ke zona pertahanan Vargas karena saya tahu dia akan melakukan serangan balik pada saya,” kata Pacquiao seperti dikutip dari ESPN.

Pacquiao mengaku status penantang yang disematkan pada dirinya di laga ini membuat ia begitu termotivasi melakukan yang terbaik.

“Saya rasa saya seharusnya bisa melakukan lebih dari yang saya lakukan hari ini. Saya coba memenangkan tiap ronde.”

“Datang ke laga ini sebagai penantang membuat saya bergairah,” ujar petinju berjuluk Pacman ini.

Kehebatan Pacquiao pun mendapat sanjungan dari Vargas. Setelah terjatuh di ronde kedua, Vargas tampil lebih hati-hati dan beberapa kali sempat mendaratkan pukulan telak ke Pacquiao.

“Bertarung melawan Pacquiao seperti halnya memainkan catur cepat.”

“Saya harus waspada sepanjang waktu. Banyak pukulan yang datang masuk ke arah saya. Pacquiao benar-benar sangat cepat dan tajam,” kata Vargas.

 

Berpeluang Tantang Canelo

Sementara itu, Freddie Roach yakin petinju asuhannya, Manny Pacquiao, bisa menghadapi Saul ‘Canelo’ Alvarez yang memiliki berat jauh di atasnya.

Meski tak mampu mengantongi kemenangan KO/TKO di laga melawan Vargas, Pacquiao sukses menyajikan duel yang menarik untuk ditonton dan sukses merebut sabuk kelas welter WBO.

Setelah menang lawan Vargas, Roach tak menutup ambisi mereka untuk kembali mengejar pertandingan ulang lawan Floyd Mayweather Jr. Namun bila Mayweather Jr. gagal dibidik, Canelo jadi sasaran utama Pacquiao.

Keyakinan Roach bahwa Pacquiao bisa menaklukkan Canelo didasarkan pada pengamatan Roach pada duel Canelo lawan Amir Khan. Meski Amir Khan kalah KO saat itu, Roach menilai Canelo punya banyak celah untuk ditaklukkan.

“Saya rasa Pacquiao bisa mengatasi Canelo. Jujur, Canelo adalah petinju dengan pukulan yang bagus, tapi saya melihat Amir Khan sejatinya memenangi lima ronde awal sampai akhirnya ia terperangkap dalam serangan Canelo.”

“Saya yakin Manny Pacquiao lebih baik dari Amir Khan,” tutur Roach.

Menghadapi Canelo bukan tugas mudah bagi Pacquiao. Bukan lantaran persoalan teknik, namun karena Pacquiao harus menaikkan bobot tubuhnya sekitar 7kg dari berat yang ia tampilkan di kelas welter.

Padahal, Pacquiao merasa bahwa kelas welter sendiri bukanlah kelas ideal baginya. Belum lagi ia bakal menghadapi kenyataan bobot tubuh Canelo yang bakal terus meningkat usai timbang badan.

“Saya tak tahu apakah duel lawan Canelo mungkin terjadi. Kelas menengah terlihat terlalu besar untuk saya. Saya belum bisa memastikan hal itu saat ini.”

“Kelas welter juga sejatinya bukan kelas saya. Sesungguhnya saat ini saya masih bisa bertarung di kelas ringan,” tutur Pacquiao.

Pacquiao mengaku untuk bisa mempertahankan berat di kelas welter pun, ia harus berjuang mati-matian.

“Untuk bisa bertahan di kelas welter, saya harus makan banyak. Itu sangat rumit karena saya terpaksa harus makan beberapa kali sepanjang hari untuk mempertahankan bobot tubuh.”

“Bila saya makan seperti biasa, bobot tubuh saya ada di kelas welter ringan,” tutur Pacquiao.

 

Sumber foto: theguardian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *