Peforma Drop, Real Madrid Bersiap Cuci Gudang

Bukan hanya Barcelona yang sedang mengalami masa terpuruk bahkan terdepak dari papan atas klasemen sementara La Liga Spanyol, Real Madrid juga menjalani musim baru kompetisi dengan susah payah hingga jelang paruh musim.

Tim asuhan Zinedine Zidane, bagaimanapun, bernasib buruk di Liga Champions dan kemungkinan besar tidak akan berhasil melewati babak penyisihan grup. Real Madrid sepertinya membutuhkan sedikit perbaikan dalam hal personel. Tapi darimana dananya berasal? Pandemi COVID-19 telah menghantam keuangan klub.

Tidaklah sulit untuk memahami kekecewaan para pendukung Real Madrid ketika melihat striker-striker mereka yang biasa mencetak 30-40 gol di liga setiap musimnya mendadak mandul

Setelah tampil mengesankan sebagai striker muda untuk Eintracht Frankfurt, Jovic telah dikaitkan dengan beberapa raksasa Eropa. Real Madrid rela mengeluarkan banyak uang untuk mengamankan jasanya sebagai solusi jangka panjang.

Namun, Jovic justru menjadi masalah lain, membuktikan bahwa ia jauh dari siap untuk diberi tanggung jawab sebagai pencetak gol utama Real Madrid. Dia hanya mencetak dua gol di La Liga di musim debutnya.

Jovic sepertinya tidak cocok menghuni lini depan Los Blancos. Sebaiknya Real Madrid segera menyingkirkannya sesegera agar investasi 50 juta euro tak sia-sia.

Cukup mengejutkan bahwa Real Madrid dibuat percaya bahwa memberikan kesempatan kedua kepada Mariano Diaz di Santiago Bernabeu. Diaz telah meninggalkan Real Madrid setelah beberapa penampilan buruk di tahun 2017.

Dia pergi ke Olympique Lyon dan mencetak 21 gol dari 48 penampilan. Real Madrid meresponsnya dengan memintanya kembali seharga 21 juta euro. Nyatanya di kedatangan kedua sang pemain tetap mengecewakan.

Mariano Diaz tidak memiliki kualitas atau konsistensi untuk menjadi penyerang Real Madrid. Dia berada di luar kemampuannya dan dengan tiga tahun tersisa dalam kontraknya, dia bisa mendatangkan dana yang sangat dibutuhkan Real Madrid melalui penjualannya.

Mantan pemain Real Sociedad ditandatangani dengan total 30 juta euro pada musim panas 2018.

Dia, bagaimanapun, telah berjuang untuk menyakinkan Zinedine Zidane selama dua musim terakhir. Setelah hanya dapat kesempatan jadi starter selama empat kali di La Liga hingga musim dingin musim 2019-2020, sang pemain dikirim ke Bayern Munchen dengan status pinjaman pada jendela transfer Januari.

Dia kini telah kembali ke Real Madrid tetapi Zinedine Zidane tampaknya tidak terlalu berminat memakai jasanya. Zizou sebenarnya lebih memilih Lucas Vazquez daripada Odriozola sebagai cadangan untuk Dani Carvajal. Odriozola berusia 24 tahun masih punya nilai jual yang lumayan tinggi. Real Madrid bisa menguangkannya dalam waktu cepat.

Marcelo memiliki karier yang cemerlang di Real Madrid. Bek sayap kiri asal Brasil itu masuk kategori legenda. Ia jadi salah satu aktor kunci dominasi Los Blancos di Eropa.

Namun, pada usia 32 tahun, Marcelo tidak lagi menjadi sosok terbaik. Kinerjanya merosot draktis. Real Madrid hanya memenangkan satu dari lima pertandingan terakhir saat mereka memainkan Marcelo.

Keputusan menjual Sergio Reguilon mungkin bukanlah hal yang paling bijaksana. Kontrak Marcelo saat ini akan habis pada tahun 2022. Dengan demikian, dua jendela transfer yang akan datang ini adalah kesempatan terakhir bagi Real Madrid untuk menjualnya dan mendapatkan uang sebagai gantinya.

Sekarang, semua orang sadar bahwa Isco harus meninggalkan Real Madrid. Sang gelandang serang jelas tidak disukai oleh Zinedine Zidane. Ia tak lagi jadi pilihan utama di Los Blancos. 

Sebagian besar penampilannya sekarang datang dari bangku cadangan. Meskipun ia memiliki potensi besar, Real Madrid tampaknya bukan klub yang dapat memaksimalkan permainannya. Pesepak bola berusia 28 tahun itu tidak kekurangan pengagum di seluruh Eropa.

Ia disebut bakal bereuni mantan pelatihnya, Carlo Ancelotti di Everton. Isco punya nilai jual tinggi. Real Madrid bakal dapat dana gede dengan menjualnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *