Pemain MU Yang Dilepas Paska Era Ferguson

2013 adalah era baru bagi klub bersejarah panjang, Manchester United. Sang manager Sir Alex Ferguson yang telah memegang kendali kursi kepelatihan MU selama 26 tahun memmutuskan untuk pensiun. Paska itu yang menjadi sorotan setelah ditinggalkan Ferguson adalah manuver di bursa transfer pemain. Yang jelas, Setan Merah menjadi tim yang cenderung lebih boros dalam belanja pemain. 

Tentu tidak semua transfer Manchester United dalam tujuh tahun terakhir hasilnya buruk. Setan Merah tercatat membuat keputusan yang terkadang bagus dalam menjual dan membeli pemain, tapi banyak juga yang merupakan langkah blunder. 

Sepanjang era setelah Ferguson, Manchester United menunjukkan penurunan, seperti yang sudah diprediksi banyak pihak. Setan Merah belum kembali mencicipi titel Premier League. Puasa gelar Premier League selama tujuh musim adalah kegagalan besar untuk klub sekelas Manchester United. 

Sebenarnya, apa yang salah? Beberapa pihak meyakini satu di antara penyebab kemunduran MU adalah kebijakan di bursa transfer. Tentu saja ada juga banyak faktor lainnya, terutama di dalam lapangan. 

Memphis Depay diboyong Manchester United pada 2015 karena dianggap pemain yang sangat potensial. Bahkan, dia dinilai sebagai satu di antara talenta terbesar di masa depan setelah bersinar bersama PSV Eindhoven. 

Sejujurnya, Setan Merah tidak memberinya cukup waktu bagi Depay untuk beradaptasi setelah mendapat transfer yang begitu tinggi pada usia yang masih muda. Padahal jelas dia punya kemampuan, yang ditunjukkannya di Lyon setelah meninggalkan MU.  

Tapi, Jose Mourinho cepat kehilangan kesabaran terhadap dirinya dan memutus karier singkat pemain asal Belanda itu di MU. 

Depay memang inkonsisten dan kadang-kadang mudah marah, tapi sebenarnya dia pasti akan menunjukkan bakatnya jika diberi waktu lebih banyak di Old Trafford. 

Fred dan Scott McTominay memiliki tugas berat mengisi posisi yang ditinggalkan Ander Herrera pada 2019. Sang pemain asal Spanyol itu memilih menerima pinangan Paris Saint-Germain saat meninggalkan Old Trafford.  

Tapi, Manchester United tetap terlihat lebih baik ketika masih memiliki Herrera. Herrera pemain yang berusaha selalu tampil sepenuh hati. Setiap kekalahan yang dialami United sangat menyakitinya. Bahkan, baru-baru ini ia mengakui tak benar-benar ingin meninggalkan Manchester United, di tengah perselisihan kontraknya. 

Tak diragukan Herrera seharusnya bisa bertahan setahun atau dua tahun lagi dan menjadi pemain yang bisa sangat bermanfaat untuk Ole Gunnar Solskjaer. 

Saat itu, membiarkan Jonny Evans meninggalkan Old Trafford pada 2015 sepertinya langkah yang adil dan tepat. Dia jarang mendapatkan kesempatan bermain di bawah Louis van Gaal dan MU punya stok bek tengah yang melimpah. 

Tapi, setelah Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic pergi pada 2014, rasanya penjualan Evans kurang bijaksana. Dia bisa memberikan stabilitas dan kepemimpinan di sektor belakang yang saat itu masih rapuh dengan diisi pemain seperti Phil Jones dan Marcos Rojo. 

Evans saat ini telah berusia 32 tahun dan masih membuktikan kapasitasnya di Leicester City. 

Karier Wilfried Zaha di Manchester United kurang meninggalkan bekas bagi suporter. Alasannya sederhana, karena fans tidak pernah benar-benar melihat aksinya. 

Zaha merupakan rekrutan terakhir Sir Alex Ferguson. Saat dirinya datang Ferguson kemudian pensiun dan David Moyes masuk sebagai pengganti. 

Moyes tidak bisa mengembalikan kemampuan Zaha dan segera meminjamkannya ke Cardiff, sebelum kembali menjualnya ke Crystal Palace. 

Zaha menunjukkan konsistensinya di Crystal Palace di kancah Premier League. Jika punya waktu memadai di United, bukan tidak mungkin dia juga bisa bersinar di Old Trafford.  

Bek kanan asal Brasil itu menjadi satu di antara pemain Manchester United yang dijual di era Van Gaal. Keputusan Van Gaal tampak aneh saat itu, apalagi ketika memercayai Matteo Darmian, Antonio Valencia, Guillermo Varela untuk menggantikannya.

Selama era Ferguson, Rafael merupakan bek bek kanan agresif, yang berperan penting mengantar MU meraih tiga gelar Premier League. Saat ini, Rafael merumput bersama Lyon, padahal mungkin masih bisa menjadi bek tangguh di Old Trafford hingga beberapa tahun lagi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *