Penentuan Juara Antara CLS Knights Melawan Pelita Jaya

Penentuan juara antara CLS Knights Surabaya dengan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta pada pertemuan kedua babak final Indonesian Basketball League (IBL) 2016 berlangsung sangat ketat. Dengan modal satu kali menang di pertandingan sebelumnya, Pelita Jaya memiliki kesempatan untuk mengakhiri putaran final kemarin malam (Sabtu, 28/4/2016). Namun, CLS Knights berhasil memaksakan game ketiga dalam format the best of three series dan meninggalkan Britama Arena malam ini dengan kemenangan penting.

Pelatih CLS Knights Surabaya Wahyu Widayat Jati menilai keberhasilan timnya merebut gim kedua final Indonesian Basketball League (IBL) juga disebabkan oleh ketidakmampuan Pelita Jaya Mega Persada Jakarta bermain dengan percaya diri.

Semenjak kuarter pertama dimulai persaingan ketat telah terjadi. Setelah itu, kedua tim saling berbalas poin lewat serangan-serangan melalui kekuatan tim mereka masing-masing. Juga kedua tim mencoba memanfaatkan kelalaian lawan mereka.‎ Setidaknya Pelita Jaya mengonversi lima poin dari empat turnover lawan. Sementara itu, CLS Knights memasukkan enam poin dari lima turnover seterusnya. Pelita Jaya sempat unggul di penghujung kuarter pertama ini, namun Rachmad Febri Utomo berhasil menyamakan kedudukan di detik-detik akhir. Kuarter pertama ditutup dengan skor sama kuat 18-18.

Kuarter kedua tidak banyak perubahan. Kedua tim sama-sama menyerang dan berbalas poin.

Di kuarter ketiga, pertandingan kembali berlangsung ketat. CLS Knights berusaha mengejar ketertinggalannya di awal kuarter ini. Jamarr Johnson mencetak poin untuk menyamakan kedudukan 35-35. Brandon Jawato menjawabnya dengan melesatkan tembakan tiga angka lagi, tapi Katon Adjie Baskoro membalasnya dengan three point shot juga. Tiga kali kepemimpinan angka berganti selama masa ini, menunjukkan balas-membalas angka antara dua tim papan atas ini.

Dengan permainan Jamarr Johnson yang tampak lebih leluasa dan lebih agresif,  CLS Knights berhasil menambah angka dengan konsisten. Head coach Benjamin Alvarez Sipin III mengambil time-out agar Pelita Jaya mampu menghentikan momentum lawan. Namun, CLS Knights tetap berhasil menutup kuarter ketiga dengan mengambil alih keunggulan perolehan angka 47-42.

Di kuarter akhir, Brandon Jawato dan rekan-rekannya mencoba menaikkan intensitas serangan. Mereka sempat memperkecil jarak hanya beda tiga angka lewat penetrasi Brandon yang menghasilkan free throws. Hal ini memaksa head coach CLS Knights Wahyu Widayat Jati harus mengambil timeout.

Mario Wuysang kemudian melakukan umpan akurat kepada Jamarr Johnson yang diselesaikan dengan sempurna oleh pemain bernomor punggung satu itu. Play ini terlihat sebagai pemicu semakin tingginya percaya diri para pemain CLS Knights untuk dapat memimpin perolehan angka.

Memasuki menit terakhir CLS Knights masih memimpin dengan empat angka. Pelita Jaya secara perhitungan waktu masih ada kesempatan untuk mengejarnya. Namun para pemain tim asal Jakarta ini terlambat untuk melakukan sacrifice foul sehingga mereka kehabisan waktu untuk mencoba mengejar ketertinggalan mereka. CLS Knights akhirnya memenangkan laga dengan skor 59-54.

Dengan hasil ini, CLS Knights dan Pelita Jaya akan melakoni game penentuan juara IBL 2016 pada malam ini (Minggu, 29/5/2016). Keduanya akan melakoni laga terakhir musim ini di Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta, pada pukul 19:00 WIB.

 

Sumber Foto: mssport.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *