Pesona di Balik Luka

Cristiano Ronaldo melakoni debut keduanya di Manchester United dengan sangat luar biasa. CR7 mencetak dua gol dan membawa United menang 4-1 atas Newcastle di hadapan penonton yang memenuhi Old Trafford dan mengelukan namanya sepanjang laga. Gol pertamanya menunjukkan bagaimana Ia pantas disebut sebagai salah satu striker dengan insting terbaik di dalam kotak penalti. Sedangkan di gol kedua, CR7 menunjukkan bahwa Ia juga begitu cerdas dalam memposisikan diri sebelum memamerkan fisik serta teknik penyelesaian akhirnya yang memang masih layak disebut sebagai salah satu yang terbaik hingga sekarang.

Perlu dicatat, selain pesona pemain bernomor punggung 7 tersebut, Manchester United beberapa kali sebenarnya terlihat tak nyaman dalam laga tersebut terutama saat menghadapi serangan balik cepat dari Newcastle. Pesona Ronaldo seakan menutup luka yang selama ini seharusnya menjadi prioritas tim untuk hasil yang lebih baik dan skuad serta cara bermain yang lebih seimbang. Pogba yang bermain lebih dalam karena kedatangan Ronaldo seakan tak berdaya membantu Matic saat bola dikuasai pihak lawan. Atribut Pogba yang memang lebih baik saat menyerang membuat United memiliki lini tengah yang begitu rapuh dan terekspos. Tak seperti di timnas Perancis yang memiliki Kante, pemain seperti Matic dan Fred tentu tak bisa diandalkan sepenuhnya karena atribut permainan yang berbeda dengan pemain Chelsea tersebut. Lini belakang United yang kini dihuni pemain sekelas Varane dan Maguire pun tentu tak bisa berbuat banyak andai lini tengah tim mampu diterobos dengan mudah sehingga membuat pemain lawan seringkali menang jumlah di area pertahanan United. Dan inilah sebenarnya hal yang masih harus terus diperhatikan United dalam sisa musim yang baru ini. Kita lihat saja bagaimana gol penyama kedudukan dari Newcastle terjadi. Bahkan United mengalami periode yang tak meyakinkan di sebagian besar paruh awal babak pertama dan babak kedua.

Ronaldo memang akan memberikan perbedaan. Namun di satu sisi, kita tahu bahwa masalah United bukanlah dalam hal mencetak gol. United mencetak gol terbanyak ke-2 musim lalu di Liga Primer dan bahkan mencetak 15 gol di babak grup Liga Champions. Menariknya, United malah tersingkir dini di babak grup Liga Champions dan masalah mereka pada akhirnya terlihat nyata saat menghadapi tim semacam Villareal. Lini tengah United tidak memiliki organisasi yang sesuai untuk menjadi pelindung dari daya ledak United di lini depan. Lini belakang pun biasanya menjadi korban dan pada akhirnya musim lalu pun diakhiri dengan kekecewaan yang cukup mendalam.

Selain itu, potensi pemain seperti Greenwood yang masih berusia 19 tahun serta Bruno Fernandez yang selama ini bermain apik bersama United juga akan menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Di usianya yang ke-36 Ronaldo nampak akan diberikan perlakuan yang mirip dengan Greenwood. Pemain yang masih muda serta pemain yang sudah cukup berumur harus memikirkan fisik mereka yang tengah mekar berkembang serta tengah mengalami penurunan. Intinya, kedua pemain tersebut memang bisa saling melengkapi, namun juga bisa saling menghancurkan andai tidak diperlakukan dengan benar. Bicara tentang Bruno, kita tahu bagaimana di timnas Portugal Bruno bermain jauh dari harapan. Dan di Portugal kita tahu siapa pemain utama yang mengakibatkan melempemnya pesona Bruno selama ini. Apakah hal tersebut akan kembali terjadi di Manchester United? Tentu 1-2 pertandingan tak bisa menjawab persoalan ini. Belum lagi jika kita menambahkan permasalahan pemain baru yang bisa jadi pertumbuhannya terganggu seperti Jadon Sancho, serta pemain yang mengicar spot utama layaknya Rashford, Martial, hingga Lingard yang kemarin juga mencetak 1 gol cantik di akhir laga. Pelik.

Pendukung United serta Ole Gunnar Solksjaer tahu benar bahwa masa-masa bulan madu dengan sang pahlawan adalah hal yang patut dirayakan. Bahkan, tak banyak pendukung tim lawan yang ikut memberikan ucapan selamat kepada Cristioano Ronaldo selaku salah satu pemain sepakbola paling berpengaruh selama ini atas keberhasilannya kembali merumput di ajang yang membesarkannya lebih dari 1 dekade lalu. Namun percayalah, saat masa-masa bulan madu ini berakhir, permasalahan utama United takkan selesai hanya dengan mengandalkan Ronaldo untuk terus mencetak lebih banyak gol dari yang sanggup lawan cetak ke gawang De Gea/ Henderson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *