Premier League Lanjut, Pemain Masih Cemas

Pandemi wabah Covid-19 seakan telah menghentikan perputaran kehidupan dunia, termasuk musim kompetisi Premier League yang harus dihentikan sementara akibat merebaknya Covid-19 di sejumlah negara Eropa termasuk Inggris. Namun angin segar berhembus dan tak lama lagi Premier League akan kembali bergulir.

Pihak Premier League mengungkapkan rencana memulai kembali liga kepada pemerintah Inggris pada Senin (11/5/2020). Lampu hijau akhirnya diberikan dengan catatan pertandingan harus menghindari risiko kontak sosial dalam skala besar.

Pemberian izin untuk melanjutkan Premier League dan Divisi Championship sejalan dengan rencana Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, untuk melonggarkan lockdown.

Meski begitu, tak semua pihak setuju kompetisi kembali berlanjut. Beberapa pemain mengungkapkan kekhawatirannya jika Premier League musim ini diteruskan.

Apalagi, jumlah pasien positif yang terpapar virus corona di Inggris masih cukup tinggi.

Striker Manchester City itu menyatakan, para pemain Premier League takut dengan kemungkinan harus kembali bermain di tengah pandemi virus corona. Menurut Aguero, para pemain mencemaskan kondisi keluarga dan ekstra hati-hati jika harus kembali berlatih.

“Mayoritas pemain takut karena mereka punya anak-anak dan keluarga. Saya juga takut, tetapi saya bersama kekasih saya di sini dan tak melakukan kontak dengan orang-orang lain,” ujar Aguero seperti dilansir Standard.

“Saya mengisolasi diri di rumah dan satu-satunya orang yang bisa saya tulari hanya pacar saya. Mereka bilang ada orang yang terinfeksi namun tanpa gejala, kemudian bisa menulari orang lain,” lanjutnya.

“Makanya saya berada di rumah. Mungkin saya terinfeksi dan saya tidak tahu,” imbuh mantan striker Atletico Madrid tersebut.

Bek yang kini membela Newcastle United tersebut juga mengutarakan rasa takutnya. Bagi Danny Rose, saat ini yang menjadi prioritas adalah kesehatan dan nyawa banyak orang, bukan kompetisi sepak bola.

“Pemerintah mengatakan bahwa kami para pemain yang membawa kembali sepak bola akan meningkatkan moral negara,” kata Rose seperti dilansir ESPN.

“Saya tidak peduli dengan moral negara. Kehidupan orang-orang dalam bahaya. Sepak bola bahkan seharusnya tidak perlu dibicarakan terkait kapan harus kembali, sampai jumlah kasus menurun secara masif,” tambahnya.

Rekan satu tim Aguero di Manchester City, Raheem Sterling, juga menolak Premier League musim ini dilanjutkan. Menurut Sterling, liga tidak seharusnya digelar sampai adanya penurunan jumlah kasus virus corona yang signifikan di Inggris.

“Saat kami kembali, itu harus menjadi momen di mana sepak bola bukan satu-satunya alasan, tetapi keamanan untuk kami pesepak bola dan juga seluruh staf medis dan wasit,” ujar Sterling dalam kanal Youtube miliknya.

“Saya tidak tahu bagaimana ini akan berhasil, tetapi saya merasa begitu sisi keamanan orang-orang dan keselamatan serta kesejahteraan para pemain terjaga, maka itulah waktu yang tepat untuk kembali,” lanjutnya.

“Sebelum itu terjadi, saya… bagaimana cara mengatakan ini… tidak takut tetapi memilih diam dan berpikir hal terburuk apa yang bisa terjadi. Pada waktu bersamaan saya sangat menantikan ini dan ingin segera kembali, namun harapannya semua baik-baik saja saat kami kembali,” tutur Raheem Sterling.

Gelandang serang West Ham United, Manuel Lanzini, menganggap gila Premier League berlanjut di tengah masifnya pandemi virus corona saat ini. Apalagi, vaksin untuk COVID-19 masih belum ditemukan.

“Dalam pikiran saya, akan menjadi tindakan gila jika Premier League dilanjutkan, sebelum ada vaksin yang tersedia untuk melindungi kita,” ujar Lanzini seperti dilansir The Sun.

“Saya jelas ingin bermain sekali lagi, tetapi Anda perlu melindungi orang lain. Saya tidak akan liga dimulai saat ini,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *