Renault Terancam Keluar dari Kompetisi Formula 1 di Tahun 2021

Renault terancam keluar fari F1

Tim Renault kabarnya terancam keluar dari kompetisi Formula 1 di tahun 2021. Hal ini didasari beberapa masalah yang tengah dihadapi pabrikan asal Prancis tersebut.

Di bulan April lalu, mantan CEO Renault, Carlos Ghosn, sempat ditangkap karena dituduh telah menggelapkan uang perusahaan. Selain itu, pendapatan Renault saat ini tengah merosot. Ini belum lagi mitra mereka, McLaren, telah berpaling menggunakan mesin Mercedes.

Ketika dimintai keterangan, CEO sementara Renault, Clotilde Delbos, mengatakan ia belum bisa memberikan jawaban pasti mengenai keterlibatan tim di F1.

“Saya tidak secara khusus menargetkan kedua kegiatan itu. Tetapi yang jelas tinjauan rencana ‘Drive the Future’ berarti kami meletakkannya di atas meja,” kata Delbos.

“Ini seperti proses normal, ini bukan ulasan kecil. Kami meluncurkan tinjauan mendalam tentang rencana ‘Drive the Future’ untuk mempertimbangkan konteks pasar baru, perubahan dalam penggunaan, mobilitas, dan situasi grup saat ini.

“Semuanya bisa berada di atas meja di beberapa titik. Ini adalah tinjauan mendalam tentang strategi dan rencana kami.” tambah Delbos.

Renault kembali bergabung dengan F1 pada 2015 lalu, dalam kesepakatan, mereka akan kembali meninjau kontrak pada akhir 2020. Permasalahannya, di akhir tahun depan, tidak ada tim yang siap menggunakan mesin Renault dan ini bisa menjadi ancaman masa depan tim.

Sementara itu, bos Renault di F1, Cyril Abiteboul, mengatakan ia tidak bisa berkomentar jauh. Namun, dewan perusahaan akan menghabiskan beberapa pekan untuk meninjau semau masalah mengingat masa depan di F1 setelah menerima rancangan kontrak untuk periode 2021-2025 pada pekan lalu.

Renault adalah salah satu tim yang mendorong peraturan keuangan yang lebih adil, batasan anggaran dan perubahan peraturan teknis untuk meningkatkan level lapangan di F1, yang semuanya merupakan bagian dari peraturan baru yang direncanakan pasca 2021.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda itu. Sampai proses itu selesai, saya tidak bisa mengatakan. Itu harus menjadi sebuah proses. Maaf, saya tidak punya konfirmasi untuk berkomentar lebih lanjut. Mari kita ikuti prosesnya.” kata Abiteboul.

“Tapi mari kita tetap optimis. Jika semuanya sesuai kontrak dan lebih baik daripada yang kami miliki sekarang, saya tidak melihat mengapa kami akan sampai pada posisi yang berbeda dengan yang kami buat pada 2015 ketika Renault kembali ke F1.” tambah Abteboul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *