Sederet Atlet Turut Menyuarakan Keadilan Untuk George Floyd

Pesepak bola Liga Jerman asal Amerika Serikat, Weston McKennie, turut menyampaikan duka cita atas tragedi yang menimpa George Floyd di Minneapolis, AS.

McKennie mengenakan pita lengan bertuliskan ‘Justice for George’ dalam pertandingan Bundesliga saat bermain bersama Schalke 04 melawan Werder Bremen, Sabtu (30/5/2020).

Selain menampilkan pesan di dalam lapangan, pemain yang telah bermain 19 pertandingan dengan enam gol di timnas AS itu juga menggunakan media sosial sebagai tempat berekspresi.

“Dapat menggunakan platform saya untuk menarik perhatian terhadap sebuah masalah yang berlangsung lama terasa baik.”

“Kita harus bersuara untuk sesuatu yang kita percaya dan saya percaya ini adalah saatnya kita didengar,” cuit McKennie di akun @WMckennie yang dilengkapi tagar #justiceforgeorgefloyd dan #saynotoracism.

Sebelum McKennie, beberapa atlet juga turut bersuara menuntut keadilan atas penuntasan kasus kematian Floyd seperti bintang-bintang NBA macam Carmelo Anthony, LeBron James, hingga legenda Earvin Magic Johnson.

Tak hanya dari atlet berkulit hitam, bintang American Football Joe Burrow dan bintang timnas sepak bola wanita AS Alex Morgan juga mengekspresikan kegelisahan mengenai tragedi yang menewaskan Floyd.

Bintang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe pun rupanya menjadi salah satu pesepakbola yang menunjukkan solidaritas terhadap Floyd.

Pesepakbola muda asal Prancis itu menyerukan keprihatinannya lewat unggahan di media sosial Twitter. Mbappe menuliskan emotico siluet orang bersuara dan kepalan tangan disertai tanda pagar keadilan untuk George.

“#JusticeForGeorge,” kata Mbappe.

Mantan striker timnas Inggris yang kini jadi pakar sepak bola, Ian Wright, tidak ingin ketinggalan dalam menyuarakan protesnya atas insiden tersebut. Wright mengaku lelah dengan diskriminasi.

“Saya lelah. Kita lelah. Komentar, balasan, setiap hari menjelaskan diri kita sendiri. Video itu. Mungkin ada waktu untuk istirahat,” tulis Wright.

Dua pesepakbola wanita asal Inggris, Anita Asante dan Rinsola Babajide mengecam peristiwa brutal tersebut. Babajide menyebut kepolisian tidak bisa berkelit dari masalah ini.

Dari cabang olahraga tenis, Naomi Osaka, mendukung aksi protes besar-besaran di Minneapolis yang memprotes kematian Floyd.

“Jika Anda berdiri untuk apa pun, Anda akan gugur untuk semuanya,” ujar Osaka.

George Floyd meninggal dunia pada Senin (25/5/2020). Floyd ditangkap petugas kepolisian dengan sangkaan ringan karena diduga menggunakan uang palsu untuk belanja di sebuah toko swalayan.

Floyd diringkus dan lehernya ditekan oleh lutut sang polisi. Tak lama kemudian dia diam dan tubuhnya tidak bergerak. Dia tidak bereaksi ketika petugas memintanya berdiri dan masuk ke dalam mobil.

George dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal. Insiden tersebut langsung memicu kemarahan di Amerika Serikat lewat demo besar-besaran.

Derek Chauvin, polisi AS yang dituduh melakukan pembunuhan George Floyd sudah resmi ditahan.

Sumber foto: goal.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *