Sejumlah Prestasi Shin Tae Yong Dibandingkan Luis Milla

Salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan Shin Tae Yong ternyata memiliki sejumlah kehebatan yang tidak dimiliki kandidat lainnya, Luis Milla.

Nama Tae Yong dan Milla diprediksi menjadi kandidat kuat untuk menjadi head coach berikutnya bagi Tim Merah Putih usai pemecatan Simon McMenemy belum lama ini.

Tae Yong yang sempat tampil apik bersama timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tidak datang dengan kosong. Ia menawarkan pembaruan untuk Timnas Indonesia. Sedangkan Milla dirindukan suporter Skuat Garuda.

Karena itu, pemberitaan seputar rumor pelatih Timnas Indonesia semakin menguat pada kedua nama tersebut, yakni Tae Yong dan Milla.

Namun, jika dilihat dari statistik pelatih asal Korea tersebut masih memiliki sejumlah kelebihan yang tidak ada dimiliki Milla dalam karier kepelatihannya. Berikut sejumlah keunggulan Tae Yong atas Luis Milla:

Juara Liga Champions Asia. Baik Tae Yong maupun Milla sama-sama pernah merasakan atmosfer Liga Champions Asia. Tae Yong bersama Seongnam FC di musim 2010, sedangkan Milla bersama Al Jazira pada 2013.

Perbedaannya, pada masa kepelatihannya Tae Yong sukses membawa tim asuhannya menjuarai Liga Champions Asia musim 2010, sedangkan Milla gagal membawa Al Jazira lolos dari fase grup.

Kalahkan Al Shabab. Di Liga Champions Asia, Tae Yong dan Milla pernah menghadapi klub Arab Saudi, Al Shabab. Al Jazira bertemu Shabab di babak grup, sedangkan Seongnam lawan Shabab di semifinal.

Perbedaannya, Milla dan Tae Yong memiliki nasib yang berbeda. Dalam dua leg tersebut Milla meraih sekali imbang dan sekali kalah, sementara Tae Yong sekali kalah dan sekali menang.

Gelar Domestik. Dalam pengalaman kedua pelatih di level klub, Tae Yong lebih baik dari Milla karena pernah juara turnamen domestik. Gelar itu diraih Tae Yong saat membawa Seongnam juara Piala Korea Selatan pada 2011 usai mengalahkan Suwon Samsung Bluewings dengan skor tipis 1-0.

Meskipun diunggulkan dari segi statistik, Tae Yong dinilai oleh pengamat sepakbola nasional, Supriyono, bukan pelatih spesial yang pantas diupayakan mati-matian oleh PSSI.

Mantan pemain Timnas Indonesia itu khawatir PSSI hanya terbawa suasana lantaran cemburu dengan keberhasilan Vietnam meraih medali emas SEA Games 2019 bersama pelatih asal Korea Selatan, Park Hang Seo baru-baru ini.

“Jangan cemburu jadi latah. Cemburu karena Vietnam bisa progres prestasi sepak bolanya. Sedangkan latahnya, kenapa harus [pelatih asal] Korea? Negara kita lebih besar kok. Bisa lebih sukses dari Vietnam, tapi mau enggak?” ujar Supriyono

Supriyono yang kini aktif sebagai pengamat di televisi olahraga mencontohkan kejeniusan para pemain Vietnam yang berhasil meredam Indonesia.

Sumber foto: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *