Simon Memutuskan Mencoret Rizky Dari Daftar

Simon McMenemy, Pelatih Timnas Indonesia memutuskan mencoret pemain Rizky Pora dari daftar yang akan melakukan pelatihan nasional menjelang kualifikasi Piala Dunia 2022.

Keputusan ini terjadi karena adanya kejadian pukulan oleh Rizky ke pemain PSM Makassar yaitu Bayu Gatra .

Bayu mengungkapkan kejadian tersebut terjadi selepas pertandingan. Ketika itu ia tengah berada di depan bangku cadangan PSM Makassar untuk mengambil minum.

Kemudian ia melihat Rizky Pora mendatangi Zulham Zamrun dan terjadi cekcok mulut. Melihat kondisi tersebut, Bayu berusaha untuk melerai kedua pemain.

“Saya lerai, saya pegang dadanya Rizky Pora itu. Saya bilang ke dia, ‘istigfar kamu kan sudah punya anak satu’. Tapi dia terus langsung hajar saya, cakar di dahi. Saya tanya ‘maksud kamu apa?’ Dia langsung pukul saya lagi di pipi bawah mata,” kata Bayu.

Usai dipukul, Bayu langsung jatuh tersungkur ke tanah. Wasit pun segera mendatangi lokasi untuk memisahkan kedua pemain.

Sebelumnya Simon memilih Rizky sebagai salah satu dari 24 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi Malaysia dan Thailand pada September mendatang, namun perilaku Rizky dalam laga Liga 1 ketika Barito Putera menghadapi PSM Makasar mengurungkan niat pelatih asal Skotlandia itu memanggil kapten Laskar Antasari.

Dalam laga lanjutan Liga 1 yang berlangsung Rabu (14/8), salah satu pemain PSM Bayu Gatra mengaku terkena pukulan dari Rizky.

“Kami mengharapkan tingkat disiplin tertinggi dari para pemain tim Nasional. Ini telah dibahas beberapa kali dan para pemain telah diingatkan bahwa mereka adalah representasi dari seluruh pemain Indonesia. Para pemain Tim Nasional adalah contoh bagi semua, Ini prinsip dan saya tidak main-main dengan hal ini,” ujar Simon.

Simon juga menuntut agar pemain Timnas Indonesia dapat memahami dan menjalankan tanggung jawab.

Untuk penggantinya Rizky, Simon memilih pemain Persib Bandung Febri Hariyadi yang dianggap memiliki kemampuan baik.

“Poinnya, kami mencari pemain yang bisa menjadi role model, pemain yang mampu menjalankan instruksi serta mampu bermain dalam sistem yang kita inginkan. Tentu kami berharap seorang pemain juga memiliki pengetahuan taktik yang baik, sehingga mampu bermain dalam formasi yang berbeda dan juga posisi yang berbeda,” jelas Simon.

Pemusatan latihan Timnas Indonesia akan dimulai pada 21 Agustus 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, sebelum menjalani pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Malaysia dan Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada awal September mendatang.

 

Sumber foto: bola.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *