Pengaruh Buruk Cristiano Ronaldo - Berita Olahraga | Betting Online | Kasino Online

Pengaruh Buruk Cristiano Ronaldo

Piala Eropa 2016 sudah memasuki fase akhir babak grup dan sejauh ini semuanya tidak seindah seperti apa yang dibayangkan oleh seorang Cristiano Ronaldo. Portugal yang menjadi unggulan utama kala berada di dalam grup H bersama Austria, Hungaria, dan Islandia nyatanya belum sekalipun meraih kemenangan. Portugal hanya mampu meraih 2 hasil seri kala bersua Islandia dan juga Hungaria.

Ronaldo yang musim lalu menjalani periode hebat bersama Real Madrid sama sekali kehilangan tajinya pada 2 pertandingan pertamanya di Piala Eropa tahun ini. Setelah menyulut sensasi kala ia mengeluhkan gaya bermain defensif Islandia, pada pertandingan melawan Hungaria ia kembali menorehkan sensasi yang terbilang kontradiktif. Meskipun Ronaldo berhasil mengukir rekor sebagai pemain dengan caps terbanyak untuk tim nasional Portugal, dirinya juga menjadi biang kerok hasil seri melawan Hungaria kala ia gagal mengkonversi peluang mencetak gol melalui tendangan penalti.

Di usianya yang sudah menginjak angka 31 tahun, bisa jadi ini adalah turnamen besar terakhir dimana dirinya dapat bermain maksimal mendongkrak performa tim nasional Portugal. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia mendatang usianya akan menginjak 33 tahun. Meski tidak mustahil, namun jelas akan ada keraguan bagi dirinya untuk dapat berbicara banyak di usianya yang tidak lagi muda. Kita sendiri pun tahu bagaimana tim nasional Portugal dalam beberapa tahun belakangan ini kekurangan stok pemain muda berbakat. Renato Sanchez yang menjadi pembicaraan banyak orang setelah secara resmi berlabuh di Bayern Muenchen masih terlalu muda dan belum memiliki pembuktian yang berarti. Tanpa bermaksud mengecilkan potensi dan sumbangsih pemain lainnya, rasanya tidak sulit melihat Ronaldo akan bernasib sama seperti Zlatan Ibrahimovich yang mengatrol kesuksesan tim nasional Swedia nyaris seorang diri.

Berbicara dari data yang telah terkumpul selama ini rasanya cukup aneh melihat Ronaldo yang begitu mandul saat ini. Padahal, diatas kertas, pemain sekelas Ronaldo harusnya tidak akan menemui kesulitan berarti saat harus melawan pemain-pemain bertahan daripada tim seperti Islandia dan Hungaria. Lihat saja catatan statistiknya bersama Real Madrid sepanjang musim 2015/2016. Ronaldo mencetak 51 gol dalam 48 pertandingan resmi dan juga mempersembahkan gelar Liga Champion yang ke-11 bagi El Real.

Ronaldo juga memiliki catatan buruk tersendiri sejauh ini di Piala Eropa 2016. Ia melakukan 20 kali tendangan ke gawang tanpa 1 buah tendangan pun yang membuahkan hasil. Jumlah tendangannya seorang diri itu bahkan sebenarnya lebih banyak dari total keseluruhan tendangan ke gawang oleh 9 negara peserta lainnya.

Bahkan, Ronaldo tidak pernah mencetak gol melalui tendangan bebas langsung dalam sebuah turnamen besar bersama Portugal. Total ia melakukan 36 kali tendangan bebas dan tidak satupun bola yang bersarang di gawang lawan selama ini. Bandingkan dengan Gareth Bale, kompatriotnya di Real Madrid yang telah mencetak 2 gol hasil dari 3 tendangan bebas yang ia dapatkan.

Berkaca dari fakta diatas, Ronaldo dapat disimpulkan bermain begitu buruk dan jauh dari penampilan terbaiknya bersama Real Madrid. Namun, pokok permasalahan dari semua masalah tersebut amat sulit untuk diketahui asal muasalnya dan jelas tidaklah mudah bagai membalikkan telapak tangan.

Ronaldo yang dalam pertandingan melawan Hungaria beberapa kali mendapatkan peluang emas malahan membuang-buang peluang tersebut. Bahkan, dari apa yang tertangkap oleh kamera, ia nampak terlalu menginginkannya hingga bermain kuran tenang. Seperti yang kita lihat, bahkan Ronaldo tertangkap kamera mengeluhkan positioning Ricardo Carvalho yang dianggap merebut bola hasil umpan silang yang nyaris dapat diambil olehnya.

Kejadian pada menit ke-19 itu seakan mengingatkan kita pada reaksi Ronaldo yang kesal kala Arbeloa menyambar bola hasil umpan silang rekan setimnya secara tiba-tiba ke gawang lawan. Ronaldo yang telah siap di posisinya untuk mencetak gol bagi Real Madrid malah nampak sebal, menggerutu, dan tidak ikut melakukan selebrasi bersama rekan setim lainnya. Meskipun apa yang dilakukan oleh Carvalho dan Arbeloa sama-sama merupakan hal yang menguntungkan bagi tim, namun halnya tidak demikian di mata seorang Cristiano Ronaldo.

Dari apa yang kita ketahui selama ini, Ronaldo adalah seorang pesepakbola yang dikenal cukup nyentrik dan juga individualistis. Saat rival abadinya Lionel Messi membuat seluruh tim bergerak dan berfungsi baik melalui sentuhan serta pesonanya, Ronaldo melakukan hal yang bisa dibilang kebalikannya. Ronaldo hanya peduli pada hasil akhir dimana dirinya menjadi sang aktor utama yang terlihat bagai seorang pahlawan kemenangan. Apapun proses yang dilalui oleh rekan setimnya tidak akan dipedulikannya selama pahlawan dari pertandingan tersebut adalah dirinya seorang. Lihat saja reaksinya kala mencetak gol penentu dalam adu penalti melawan Atletico Madrid di final Liga Champion 1 bulan yang lalu.

Bahkan, Paul Clement, salah satu mantan pelatih Ronaldo di Real Madrid mengungkapkan bahwa Ronaldo selalu berlari, melompat, berbalik, dan berteriak “Si!” kala mencetak gol dalam tiap ajang latihan. Dari sini terlihat bagaimana ambisi dan tekad Ronaldo yang seringkali juga dicap arogan dalam menjadi sosok utama di tiap pertandingan yang dijalaninya.

Seorang Steve Jobs pernah berkata bahwa ia ingin melakukan sesuatu yang “fenomenal” bagi kelangsungan hidup di jagat raya ini. Dan seperti itulah apa yang Ronaldo ingin lakukan di setiap jalannya pertandingan menurut Martin Samuel, salah seorang kolumnis di The Daily Mail.

Selain dari ego dan beban yang ia tumpukkan semua di pundaknya, jelas strategi lawan yang memberikan penjagaan khusus menjadi dalang dari buruknya performa Ronaldo. Hungaria dan Islandia tidak memberikan Ronaldo ruang untuk berlari dan beradu 1 lawan 1 dengan pemain bertahan mereka selama pertandingan berlangsung. Ronaldo berhasil diisolasi dan membuatnya minim kontribusi dibandingkan kala berbaju Real Madrid. Faktor-faktor diatas memang tidak bisa 100% dijadikan patokan sahih namun jelas berandil dalam performa Ronaldo yang tidak normal saat ini.

Memang tidak ada yang salah dengan apa yang Ronaldo lakukan selama hal tersebut tidak mengganggu harmonisasi dalam sebuah kesebelasan. Saya pribadi pun merupakan salah satu orang yang beranggapan bahwa Ronaldo adalah salah satu yang terbaik sepanjang masa dalam ranah dunia sepakbola. Namun akan sulit rasanya kita melihat Ronaldo berbuat banyak untuk tim nasional Portugal selama ia tidak menurunkan egonya kala bertanding.

Ronaldo boleh saja merasa ialah yang pantas bertanggung jawab atas prestasi dan kemajuan sepakbola Portugal dalam beberapa tahun terakhir ini. Ia juga pantas berbicara apa saja untuk melakukan pembelaan terhadap dirinya saat ini.

Namun yang tidak boleh ia lupakan adalah sepakbola yang dimainkan oleh 11 orang pemain beserta dukungan pelatih dan staff dibelakang mereka.

Jika ia tidak bisa menyadari hal itu lebih cepat, nampaknya apa yang Ronaldo persembahkan nantinya adalah hari libur yang lebih panjang bagi dirinya dan rekan senegaranya musim panas ini.

Ronaldo jelas bahagia kala ia menjadi pahlawan bagi klub dan negaranya. Dan yang jelas, ia pasti tidak ingin ambisinya tersebut menjadikannya sebagai pengaruh buruk serta menjadi biang kegagalan tanah airnya Portugal untuk berprestasi di kancah internasional.

 

 

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.