Terbaik Selanjutnya

Phil Foden adalah pemuda dengan bakat terbaik setelah Lionel Messi yang pernah saya latih. Mungkin talentanya lebih besar dari Leo.

Itulah ucapan Pep Guardiola saat ditanya mengenai potensi anak asuhnya di Manchester City. Dan setelah 4 musim berada di tim senior, musim ini nampaknya akan menjadi musim penegasan status bagi Foden. Gagalnya Messi hengkang dari Barcelona pasti disambut senyuman oleh Foden. Cederanya Kevin de Bruyne dalam laga dini hari (WIB) tadi juga seakan menambah peluang Foden untuk melanjutkan aksinya sebagai pemain utama bagi City dalam lanjutan laga Liga Primer pekan ke-3.

Foden juga sudah mencetak gol dalam 2 laga beruntun. Ia yang telah berusia 20 tahun juga dirasa sudah siap untuk mengemban tugas yang lebih besar. Pep sendiri nampak tida begitu pusing lagi dalam mencari pemain baru di posisi gelandang tengah terlepas dari simpang siurnya saga transfer Messi beberapa saat lalu. Hanya ada nama Ferran Torres yang bisa saja jadi pesaing baru bagi Foden mengisi susunan pemain utama dalam tiap pertandingan.

Selama 4 musim membela tim senior City, Foden sudah mengecap 76 pertandingan dan mencetak 17 gol. Musim lalu, Foden tampil sebanyak 23 kali di ajang Liga Primer Inggris, terbanyak dalam 4 musim. Ia mencatatk penanjakan jumlah bermain di tiap musimnya (0, 5, 13, & 23 kali bermain secara beruntun semenjak naik ke tim senior pada ajang Liga Primer Inggris). Hal ini tentu memberikan kita sinyal bahwa Pep benar – benar cermat dalam memainkan Foden. Mungkin alasan persaingan bisa dijadikan patokan ukur utama, namun bisa saja Pep percaya betul bahwa Foden harus dipupuk secara perlahan hingga siap untuk mekar di waktu yang tepat. Tentu resiko cedera yang merusak masa depan pemain potensial seperti Michael Owen, Jack Wilshere, Alan Smith, hingga Hector Bellerin yang terlalu diforsir selagi muda bisa saja membuat mereka rentan pada usia keemasannya.

Pep tahu benar potensi Foden. 2 laga awal City musim ini pun menjadi bukti bagaimana Foden mulai dipercayakan hal yang lebih besar setelah kepergian David Silva. Jika KdB harus beristirahat lebih lama, Foden tentu harus memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin. Pemanggilan perdananya ke tim nasional Inggris oleh Southgate bulan lalu juga jadi sinyal bagaimana pemain ini mulai diperhitungkan sebagai ancaman utama bagi tim lawan.

Asal tidak mengulangi tingkah bodohnya bersama Greenwood, Foden akan menjadi pemain yang membuat kita tetap semangat menyaksikan pertandingan sepakbola di masa depan. Era baru mulai memunculkan nama yang kini tak melulu hanya lekat dengan nama Mbappe, Halland, Sancho, De Ligt, Hakimi, maupun Ansu Fati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *