Tiga Jurus Ampuh McGregor Jadi Ancaman Bagi Poirier

Conor McGregor dinilai memiliki sejumlah jurus pamungmas yang bisa digunakan untuk memenangi duel melawan Dustin Poirier di UFC 257 di Abu Dhabi, Minggu (24/1/2021).

UFC 257 bakal jadi pertemuan kedua bagi McGregor menghadapi Poirier. Pada kesempatan kali ini, Poirier ingin membalas kekalahan yang dialaminya pada September 2014 silam.

Ketika bertarung di UFC 178 saat keduanya masih tampil di kelas bulu, McGregor memastikan kemenangan TKO atas Poirier lewat pukulan kiri.

Pertarungan sekaligus merupakan yang pertama bagi McGregor usai memutuskan pensiun pada Mei 2020. Kali terakhir McGregor berduel pada Januari 2020 saat mengalahkan Donald Cerrone, sedangkan Poirier terakhir bertarung pada Juni 2020 dengan Dan Hooker.

Meskipun lama tidak berduel secara resmi, The Notorious tetap lebih diinggulkan dibandingkan Poirier pada pertarungan UFC 257 besok ini.

The Notorious, julukan McGregor memiliki sejumlah serangan yang jadi andalan dalam menaklukkan lawan. Serangan tersebut tidak saja menjadi penentu kemenangan, tetapi juga pembuka jalan bagi McGregor dalam mengalahkan lawan-lawannya.

Salah satu momen ketika McGregor menang TKO atas Donald Cerrone di UFC 246, Januari 2020 lalu. Sebelum menang lewat pukulan kiri, McGregor lebih dahulu menggoyahkan Cerrone dengan tendangan kaki kiri ke wajah.

McGregor dinilai memiliki setidaknya tiga jurus pamungkas untuk menjatuhkan Poirier di UFC 257 besok.

Yang pertama adalah pukulan kiri. Jurus ampuh McGregor ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di UFC. The Notorious banyak menang lewat pukulan kiri ini. Poirier dan Cerrone adalah petarung yang menjadi korban ketika harus tumbang lewat pukulan kiri McGregor.

Ketika menang atas Eddie Alvarez dan Chad Mendes pun, pukulan kiri inilah yang menjadi pembuka kemenangan bagi McGregor.

Yang kedua adalah bahu. Bahu bisa jadi jurus rahasia McGregor saat melawan Poirier nanti. Dikutip dari MMAMania, McGregor akan menyerang menggunakan bahu guna membuka rapatnya pertahanan lawan.

Saat pertahanan lawan terbuka dan menjadi longgar, petarung asal Irlandia itu akan menyerang lewat pukulan jab atau tendangan.

Yamg ketiga tendangan kepretan. Poirier patut waspada dengan jurus yang satu ini. Tendangan jenis ini sedikit berbeda dengan tendangan pada umumnya. Bagian lutut ke bawah akan mengayun belakangan guna menghantam tubuh lawan.

Efek kejut dari tendangan kepretan ini bisa menggoyahkan fokus lawan sehingga memungkinkan McGregor melancarkan serangan lanjutan. Chad Mendes adalah petarung yang babak belur dengan serangan McGregor yang satu ini. Meski demikian, tendangan ini lebih efektif dilakukan pada lawan dengan postur yang lebih kecil.

Laga nanti bakal lebih banyak diwarnai oleh standing fight dan kedua petarung bakal terus bertukar pukulan.

Poirier mungkin sesekali bakal berusaha melakukan takedown di laga nanti. Poirier juga mungkin bisa bertahan lebih lama dibanding sebelumnya.

Sumber foto: mmafighting.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *