Tim Papan Tengah

Arsenal lagi-lagi menunjukkan pada dunia alasan mereka pantas disebut sebagai tim kualitas papan tengah saat ini. Seperti realita yang tengah terjadi kini, Arsenal memang hanya mampu duduk di peringkat ke-10 pada klasemen sementara Liga Primer Inggris hingga pekan ke-30. Di ajang Europa League, Arsenal juga hanya bisa bermain imbang 1-1 menghadapi Slavia Praha.

Tanpa mengecilkan kualitas Slavia Praha, Arsenal jelas berada di atas angin dalam pertemuan mereka kali ini. Dari komposisi pemain saja Arsenal sudah jelas berada di level yang lebih baik. Namun sepakbola tak melulu bicara tentang kekuatan di atas kertas. Dengan begitu banyaknya peluang dan kesempatan di leg pertama, Arsenal nyatanya hanya mampu mencetak 1 gol melalui sontekan manis Nicolas Pepe di menit ke-86. Dan di menit 93, tandukan Tomas Holes berhasil memaksa tim tuan rumah gigit jari. Gol tandang yang sangat berharga bagi Slavia Praha ini akan jadi modal berharga bagi mereka guna merepotkan Arsemal di leg kedua pekan depan.

Satu yang bisa kita pelajari dari kegagalan Arsenal dari pertandingan ini adalah kebiasaan mereka merugikan diri sendiri. Mulai dari pemilihan tim utama yang itu-itu saja, seringkali membuang peluang emas, sampai melakukan hal ceroboh dan tidak perlu di lini pertahanan sendiri hingga mengakibatkan kebobolan terus menerus dalam 14 laga terakhir mereka di semua kompetisi. Arteta yang selama ini masih dipercaya untuk menjadi ahli kemudi tim pun mulai dilihat sebagai sosok tak berpengalaman yang hanya kukuh pada pendiriannya tanpa melihat kenyataan. Keras kepala menjadi cap yang Arteta emban melihat bagaimana caranya menyusun tim utama terus dikritik karena dianggap menyia-nyiakan beberapa talenta terbaik seperti Gabriel Martinelli dan Nicolas Pepe di bangku cadangan.

Apapun yang sebenarnya terjadi pasti hanya diketahui Arteta dan para pemain. Namun melihat apa yang mereka tampilkan secara langsung di atas lapangan kala pertandingan resmi berlangsung, kita semua bisa setuju mengatakan bahwa Arsenal memang layak dan pantas disebut sebagai tim dengan kualitas papan tengah saat ini.

Kadang bermain cantik dan menang, sering pula kalah memalukan dan melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

Sungguh menyedihkan jika masih ada yang hanya melihat masalah ini dari efektifitas para pemain depan dalam hal mencetak gol. Tak semudah itu ferguso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *