Tonggak Sejarah Baru

Saat semua pergi meninggalkan kami, Ia tetap setia.

Begitu ujar baris pendukung Arsenal setelah menyaksikan pengumuman resmi Aubameyang yang memperpanjang masa baktinya di Arsenal hingga 3 musim ke depan. Kapten dan andalan Arsenal ini akhirnya meresmikan keputusannya untuk bertahan setelah sebelumnya diragukan untuk terus berseragam merah putih setelah masa kontraknya berakhir tahun 2021 mendatang.

Auba bertahan karena Ia diyakinkan oleh Arteta mengenaik proyek ke depannya bersama Arsenal. Auba sendiri meyakini bahwa Arteta akan memberikan sesuatu yang menarik untuk ditunggu di musim – musim ke depan. Dan seperti apa yang sudah kita duga, Arteta meyakinkan Auba bahwa Ia adalah tonggak utama yang menjadi faktor suksesnya proyek ini. Ia pun akhirnya menandatangani kontrak baru ini karena Arteta meyakinkan Auba bahwa Ia akan menjadi sosok legenda yang memberikan peninggalan berharga untuk masa depan klub. Dari sini, kita melihat bagaimana Arteta mampu merubah keyakinan para pendukung hanya dalam waktu singkat. Kehadirannya menjadi angin segar yang selama ini dirindukan para pendukung Arsenal.

Menjadi sosok legenda adalah hal yang diimpikan banyak orang. Auba pun kini mendapatkan status tersebut melalui performanya di lapangan serta janji setianya untuk membantu Arsenal melewati masa transisi ini. Meski banyak orang berujar bahwa usianya yang tak lagi muda serta nilai kontrak tinggi menjadi faktor utama, hal tersebut tak jadi masalah bagi Arsenal dan para pendukung setia mereka.

Kita tahu bahwa Auba berada di posisi yang berbeda karena sosok Arteta. Meski faktor usia & gaji tentu jadi pertimbangan, Arteta menjanjikan sesuatu yang lebih berharga dibandingkan sebuah trofi. Saya takkan terlalu terkejut jika di akhir karirnya nanti Auba berhasil meraih setidaknya 1 trofi bergengsi bersama Arteta andai proyek masa depan ini berjalan lancar. Dan kita semua tahu, proyek ini takkan berjalan mulus tanpa adanya Auba sebagai sosok senior dalam ruang ganti dan sosok pembeda di atas lapangan.

Fabregas, Ashley Cole, Nasri, hingga Van Persie tak mendapatkan keistimewaan yang Auba dapatkan. Di masa ini, semua tahu bahwa kekuatan uang bisa kita kalahkan melalui sistem terstruktur jangka panjang yang dilakukan dengan tepat. Liverpool bersama Klopp sudah jadi bukti nyata perkara di atas.

Mungkin saja Auba akan mengakhiri karirnya di Arsenal tanpa trofi yang lebih tinggi nilainya dari trofi Piala FA. Tapi kita tahu, peninggalannya nanti takkan dinilai hanya berdasarkan raihan gol ataupun trofi yang Ia kemas selama berseragam Arsenal. Nilai yang Auba dan Arteta kerjakan, kiranya akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Arsenal untuk kembali ke masa kejayaan mereka seperti sedia kala.

Catatan: Asal tidak menjadi seperti Mesut Ozil yang performanya terus menurun setelah mendapat kontrak baru ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *