Kemenangan Liverpool atas Watford dini hari tadi (WIB) menandai berakhirnya pertandingan minggu ke-35 Liga Inggris musim 2016/2017. Dan dari minggu yang ke-35 ini, salah satu dari 20 peserta Liga Inggris di divisi utama Premier League harus rela turun kasta ke divisi satu Championship musim depan.
Sunderland menjadi tim pertama yang harus terdegradasi setelah tim asuhan David Moyes tersebut tidak mampu mengejar defisit 12 poin dengan sisa 4 pertandingan menjelang akhir musim. Selisih gol Sunderland yang berada di angka -34 gol membuat petualangan mereka selama 10 tahun terakhir di ajang divisi utama berakhir sudah.
Gol semata wayang Joshua King membawa Bournemouth mengalahkan Sunderland dengan skor 1-0 dan memastikan nasib “Si Kucing Hitam” musim ini. David Moyes menjadikan momen ini sebagai yang terburuk sepanjang karirnya dan mengatakan bahwa ia akan mengemban tanggung jawab atas turun kastanya Sunderland musim ini.
“Ini adalah hari terburuk sepanjang karir saya. Saya tetap dan akan selalu memikirkan para penggemar. Saya meminta maaf kepada mereka karena gagal memberikan yang terbaik kepada mereka”.
Nasib Moyes akan ditentukan pada akhir musim saat Moyes diberitakan untuk menghadiri rapat tertutup dengan beberapa petinggi klub.
Bagi Sunderland, ini adalah kali ke-3 mereka harus terdegradasi dari divisi utama Liga Inggris. Dan pada setiap saat mereka terdegradasi, mereka membutuhkan 2 musim untuk kembali naik ke divisi utama Liga Inggris.
Sunderland memang selalu berjuang di papan bawah dalam mayoritas perjalanan mereka selama 10 musim terakhir setelah promosi dari Championship sebagai tim juara di musim 2006/2007. Posisi tertinggi mereka selama satu dekade terakhir adalah di posisi ke-10 pada musim 2010/2011. Selama 9 tahun terakhir rata-rata posisi akhir mereka di klasemen akhir berada di angka 14.55 (posisi ke-15).
Meski pelatih-pelatih terdahulu seperti Paolo di Canio, Dick Advocaat, dan Sam Allardyce berhasil membawa Sunderland lolos dari lubang jarum dalam beberapa tahun terakhir, Moyes gagal memberikan hal yang sama pada musim ini.
Hal ini juga menjadikan musim ini sebagai yang pertama untuk kedua musuh bebuyutan Sunderland dan Newcastle mengalami pertukaran posisi dan kasta. Kembalinya Newcastle United ke jajaran tim elit divisi utama Liga Inggris akan bertukar posisi dengan Sunderland yang harus rela mengisi tempat Newcastle menghabiskan musim 2016/2017 yang akan segera berakhir.