Siapa yang tidak mengenal James Harden, seorang pemain dari tim Houston Rocket yang terkenal amat eksentrik di atas lapangan. Mulai dari dagunya yang penuh tertutup oleh janggut tebal sampai dengan selebrasinya yang unik bagaikan seorang koki yang sedang memasak, membuat Harden selalu mendapatkan sorotan dimanapun ia bermain. Walaupun demikian, kemampuan pemain bernomor punggung 13 ini juga tak luput dari perhatian para pecinta bola basket.
Dalam 7 musim berkarir, Harden sudah 4x berturut-turut terpilih untuk bermain dalam pertandingan All-Star. Ia juga turut berkontribusi dalam membawa tim nasional bola basket Amerika meraih medali emas Olimpiade London pada tahun 2012, serta menjadi kampiun dalam ajang Piala Dunia Bola Basket 2014 di negara Spanyol. Pemain yang lahir di kota Los Angeles ini juga sempat mendapatkan gelar Sixth Man of the Year atau pemain cadangan terbaik saat masih berseragam tim Oklahoma City Thunder pada musim kompetisi 2011-2012.
Dalam 4 tahun terakhir, performa Harden bersama dengan Houston Rockets memang sangat impresif. Kemampuannya dalam mencetak angka bisa dikatakan luar biasa dengan ia selalu mencatatkan rata-rata lebih dari 25 poin per-pertandingan setiap tahunnya. Pemain berusia 27 tahun ini juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Houston Rockets ke final wilayah barat NBA di tahun 2015, sebuah pencapaian tertinggi dalam 18 tahun terakhir bagi tim asal negara bagian dari Texas ini.
Hanya saja pada musim 2015-2016 kemarin, prestasi Harden merosot tajam. Ia tidak mampu membawa Houston Rockets melangkah lebih jauh dari babak pertama NBA playoffs dengan menyerah kalah dari Steph Curry dan Golden State Warriors. Lebih dari itu, pemain dengan julukan “The Beard” ini acap kali dituduh sebagai biang ketidakharmonisan tim selama musim kompetisi berlangsung. Banyak rumor yang dengan gamblang mengatakan bahwa Harden adalah penyebab utama dari dipecatnya mantan pelatih Kevin McHale dan perginya sang center Dwight Howard ke tim Atlanta Hawks.
Memang tidak bisa disangkal, ego yang dimiliki Harden amatlah besar. Pemain dengan posisi shooting guard ini jelas memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi yang terbaik di NBA. Akan tetapi hal ini seringkali menjadi bumerang bagi dirinya sendiri dan juga untuk Houston Rockets. Dari seluruh pemain, Harden berada di posisi pertama dalam hal melakukan turnover atau kehilangan bola pada musim lalu. Total ia tercatat melakukan 374x turnovers atau sekitar 4.6x di setiap pertandingan.
Di musim depan, akan menjadi sangat menarik bagi para fans untuk melihat kinerja James Harden dalam bekerja sama dengan pelatih baru Mike D’Antoni. Patut ditunggu apakah Harden tetap bersikukuh untuk memuaskan egonya, atau mulai mempercayai rekan-rekan satu timnya.