Saat Kroasia lagi-lagi gagal mencetak sejarah dan memenangkan sebuah piala, Spanyol kembali bersukacita usai berpuasa selama 11 tahun. Spanyol memenangkan turnamen UEFA Nations League tahun ini setelah mengalahkan Kroasia di babak adu penalti usai menjalankan laga penuh tanpa gol yang tercipta.
Kegagalan Majer dan Petkovic sudah cukup membawa tim asuhan Luis de la Fuente meraih kejayaan di turnamen yang sejujurnya, entah harus dianggap serius atau tidak. Namun jelas selalu ada kebahagiaan dan kesedihan tersendiri di tiap pertandingan antar tim nasional. Bagi Modrid, jelas ini kembali menjadi pukulan setelah lagi-lagi gagal mengangkat trofi bersama negaranya. Bagi Spanyol, kemenangan ini membawa mereka sedikit banyak mengulang masa-masa indah keemasan mereka di periode tahun 2008 hingga 2012.
Kala itu, Spanyol menjadi raja Eropa dan dunia bersama para pemain-pemain top di bawah asuhan Luis Aragones dan Vicente del Bosque. Namun, usai kegagalan spektakuler di ajang Piala Dunia 2014, regenerasi dan prestasi timnas Spanyol tak berjalan baik sesuai perkiraan.
Beruntung, kini mereka kembali memiliki aset-aset berharga seperti Pedri, Gavi, Ansu Fati, Yeremy Pino, hingga Stefan Bajcetic. Meski belum tentu bisa mengulang periode emas di masa lalu, Fuente punya aset yang berpotensi membuat Spanyol jadi penantang serius di setiap kompetisi yang mereka hadapi.
Beberapa pilar senior Spanyol akan segera angkat kaki dari tim nasional. Jika bisa mengembangkan potensi muda tim Spanyol, bukan tidak mungkin tim matador bisa kembali dianggap sebagai salah satu timnas paling berbahaya di pagelaran Piala Eropa 2024 tahun depan.