Akankah Inggris Lebih Baik Tanpa Wayne Rooney? Jamie Vardy, Harry Kane, Atau Keduanya ? - Berita Olahraga | Betting Online | Kasino Online

Akankah Inggris Lebih Baik Tanpa Wayne Rooney? Jamie Vardy, Harry Kane, Atau Keduanya ?

Pada 12 Juni mendatang, Inggris akan menghadapi Rusia pada pertandingan pertama grup B EURO 2016 di Perancis. Dalam kurun waktu kurang lebih 1 bulan lagi, seharusnya Hodgson sudah memiliki komposisi pasti dalam menentukan 11 pemain inti dari The Three Lions. Melihat rekor impresif dengan 100% kemenangan pada babak kualifikasi, Inggris dihadapkan pada ekspektasi yang cukup tinggi untuk meraih hasil manis musim panas nanti.

Hodgson yang terbiasa menggunakan formasi diamond di lini tengah dan beralih ke formasi 4-3-3 saat menyerang dihadapkan pada beberapa pilihan sulit. Dengan 1 gelandang bertahan dan 2 pemain tengah, maka tersisa 3 slot pemain menyerang yang menjadi dilema bagi mantan pelatih Liverpool tersebut.

Wayne Rooney yang telah kembali dari cideranya bisa dipastikan akan ikut serta menuju Perancis meski Hodgson sendiri mengatakan bahwa tidak ada garansi bahwa Rooney akan bermain sebagai starter. Dan andai Rooney yang berperan sebagai kapten kesebelasan bermain, maka posisi no.10 di belakang striker adalah posisi yang paling ideal untuk ditempatinya saat ini.

Saat banyak suara berharap Rooney tidak dimainkan sebagai ujung tombak, Vardy dan Kane diharapkan akan bermain bersamaan sejak menit awal pertandingan. Akan tetapi, Hodgson tidak akan tergerak mengikuti pemikiran masyarakat awam dengan mudahnya. Dari sudut pandang yang lebih kompleks, sepakbola adalah permainan dengan kebutuhan strategi yang mendalam tergantung dengan kebutuhan tim secara utuh, disertai pendekatan terbaik untuk menghadapi tiap lawan yang berbeda.

Jamie Vardy yang diberkati dengan kecepatan tinggi akan sangat berguna jika Hogdson memilih untuk bermain dengan skema counter-attack. Umpan-umpan terobosan ke ruang kosong di daerah pertahanan lawan akan memaksimalkan potensi Vardy yang memang ahli dalam menciptakan celah bagi dirinya untuk berlari melewati garis akhir pertahanan lawan. Dan kebetulan saja, Hodgson yang tidak begitu mementingkan penguasaan bola saat timnya bermain memang menyukai pemain berkecepatan tinggi dengan naluri mencetak gol yang buas seperti Vardy.

Di lain sisi, Harry Kane merupakan sesosok striker tradisional yang mampu bermain jauh lebih ke dalam untuk menjemput bola dan memiliki teknik yang lebih komplit dalam melakukan operan one-two dengan para pemain di lini tengah. Kane juga memiliki skill finishing dengan teknik yang lebih baik setelah kemampuannya berkembang pesat di bawah asuhan Pocchetino. Meski tidak memiliki kecepatan seperti Vardy, Kane dengan perawakannya yang lebih tenang akan sangat cocok untuk dimainkan saat Hodgson berniat menggunakan strategi possesion football.

Melawan Rusia dan Slovakia, Inggris diprediksi akan menghadapi kesulitan dalam membongkar poros pertahanan lawan yang akan bermain lebih ke dalam dan mengandalkan skema counter attack. Disini, Vardy akan kesulitan mencari ruang dan Kane akan menjadi pilihan yang lebih cocok untuk memimpin lini serang Inggris. Pada pertandingan melawan Wales permainan mungkin akan sedikit lebih terbuka dan disinilah Vardy mampu berperan maksimal dalam upaya membawa Inggris lolos dari fase grup.

Namun, melihat performa kedua pemain tersebut, memainkan keduanya secara bersamaan merupakan pilihan yang bijak. Dalam turnamen singkat seperti EURO, melakukan perjudian dalam merombak formasi tim akan sangat beresiko dan dapat berakibat fatal. Nilai plus lainnya adalah Vardy dan Kane yang jarang bermain di kancah Eropa akan membuat pemain bertahan lawan sulit menganalisa dan membaca pergerakan mereka di lapangan.

Dan jika ternyata Hodgson masih tetap keras kepala dan mengharapkan Rooney sebagai ujung tombak tim nasional Inggris, maka bisa jadi turnamen EURO 2016 di Perancis adalah yang terakhir baginya menukangi The Three Lions.

Karena pada kenyataannya, bisa jadi, kali ini Inggris akan lebih baik dengan Vardy dan Kane, tetapi tidak bersama dengan Wayne Rooney.

 

 

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.