Dewan Pembina PSSI Minta Plt Ketua Umum PSSI Mundur

Dewan Pembina PSSI Minta Plt Ketua Umum PSSI Mundur

Satgas Antimafia Bola telah resmi menetapkan status tersangka pada Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, terkait kasus pengaturan skor pertandingan sepakbola di Indonesia dan perusakan barang bukti.

Menanggapi kasus tersebut, Dewan Pembina PSSI, Syafruddin, berharap sang Plt Ketua Umum PSSI mengundurkan diri dari jabatannya.

“Ya Joko Driyono telah menjadi tersangka maka mundurlah. Orang seperti ketua umumnya [Edy Rahmayadi] gentle, ketua umum sebelumnya gentle, padahal dia tak bersalah dia hanya merasa di dalam ada yang tak beres maka dia bertangung jawab untuk mundur.” kata Syafruddin dilansir sportdetik.com.

“Yang tak beres dibersihkan, harus profesional, yang tak profesional harus menyingkir atau sadar saja mundur sendiri artinya berhenti sendiri.” tambah Syafruddin.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah memeriksa apartemen milik Joko guna mencari barang-barang bukti lebih lanjut. Pria yang biasa disapa dengan Jokdri itu disangka melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum.

“Saya sebagai Pembina akan bersihkan itu dengan menggunakan aparat penegak hukum, saya adalah bekas Wakapolri, supaya dunia persepakbolaan bagus, kenapa, antusiasme publik kasihan jangan menciderai keinginan publik.” kata Syafruddin.

“Iya, itu kan diselidiki terus ada perusakan barang bukti, macam-macam itu pasti ketangkap sudah tahu semua orangnya. Jadi tak berbelit-belit di dalam percuma.” tambah Syafruddin.

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono resmi jadi tersangka pengaturan skor sepakbola Indonesia dan perusakan barang bukti. (Sumber:www.vivagoal.com)

Selain telah menetapkan Jokdri sebagai tersangka, pihak Satgas Antimafia Bola telah menetapkan tersangka lainnya seperti anggota Komisi Eksekutif PSSI, Johar Ling, Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto, pemilik klub PSMP Mojekerto Vigit Waluyo, bekas Komisi Wasit, Priyanto, serta anaknya Anik, dan Wasit Nurul Safarid.

Menurut keterangan Kepala Biro Penerangan Humas Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, sampai saat ini Satgas Antimafia Bola masih menyelidiki dugaan kecurangan pengaturan skor pertandingan sepakbola yang ada di liga satu, dua, dan tiga.

“Dari fakta-fakta bisa menjelaskan kenapa marak terjadi pengaturan skor. Nanti dianalisis komprehensif baru bisa jelaskan apa saja yang menjadi benang merah di liga satu, dua, dan tiga karena ada pola yang sama.” kata Prasetyo.

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.