Hari Penghakiman Mourinho - Berita Olahraga | Betting Online | Kasino Online

Hari Penghakiman Mourinho

Setelah berhasil membungkam mulut banyak kritikus dalam kemenangan menghadapi Liverpool, kini Mourinho dan Manchester United kembali diterpa berjuta kritik menanggapi kegagalan mereka melaju ke babak 8 besar Liga Champions musim ini.

Kekalahan 1-2 dari Sevilla di kandang sendiri membuat United harus angkat koper dari ajang paling bergengsi bagi klub Eropa tersebut. Meski menggunakan taktik yang sama seperti kala melawan Liverpool, pemain Sevilla bermain lebih hati-hati dan tidak terjebak dengan skema yang sama seperti tim asal Merseyside tersebut Sabtu lalu. Anak asuh Vincenzo Montella tersebut bermain lebih kalem dan tenang hingga menyulitkan pemain United untuk melakukan serangan balik. Di sisi lain, pemain Sevilla lebih menguasai permainan akibat permainan mereka yang secara rapi merusak ritme taktik Mourinho dini hari tadi.

2 Gol dari Wissam Ben Yedder yang masuk menggantikan Lucas Muriel membawa pasukan Sevilla melaju ke babak 8 besar ajang bergengsi Eropa setelah 60 tahun lamanya. Dari pihak United, masuknya Paul Pogba malah menjadi dalang terjadinya 2 gol tersebut setelah lengah menjaga ruang yang berada di belakangnya dalam skema serangan Sevilla guna terciptanya gol pertama. Pada proses terjadinya gol ke-2 pun Pogba lengah dalam mengantisipasi ruang kosong di sekitarnya saat terjadi sepak pojok. Bola sundulan Ben Yedder pun tak mampu diantisipasi secara sempurna oleh De Gea dan Sevilla berpesta merayakan gol ke-2 mereka malam itu di Theatre of Dreams.

Gol balasan dari Romelu Lukaku di menit ke-84 tidak mampu menyelamatkan United hingga pada akhirnya kritik tajam kembali menghujam dari berbagai pihak. Mourinho dianggap sebagai pihak yang paling disalahkan. Setelah menggelontorkan begitu banyak uang untuk pemain seperti Pogba dan Lukaku, Mourinho kerap bermain pragmatis dan membuat pendukung United jengah. Mereka seakan kehilangan identitas sebagai salah satu tim paling menarik di tanah Inggris maupun Eropa. Bahkan kedatangan Alexis Sanchez dianggap merusak keseimbangan tim yang sebelumnya dinilai lebih baik.  Alexis kehilangan bola sebanyak 42 kali saat menghadapi Sevilla, jumlah terbanyak dalam ajang Liga Champions musim ini.

Mourinho yang diwawancara usai pertandingan pun seperti biasa melontarkan pernyataan yang ketus. “Saya tau hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya pada Manchester United. Saya pernah duduk di kursi pelatih Porto serta Real Madrid. Saya tidak merasa kejadian ini adalah hal yang baru bagi United. Kami telah melakukan yang terbaik serta berusaha keras. Namun kami tetap kalah dan itulah sepakbola. Saya tidak merasa kami bermain buruk. Kami menguasai pertandingan secara penuh di 10-15 menit pertama namun Sevilla mampu bermain baik. Mereka bisa melakukannya karena mereka mempunyai pemain dengan kualitas yang bagus. Meski kami mempunyai peluang emas di babak ke-2 kami tidak mampu mencetak gol dan tentu saja gol pertama yang dicetak Sevilla merubah jalannya pertandingan”, ujar Mourinho tenang namun tampak aura kekesalan memancar di wajahnya.

Disinggung mengenai performa anak asuhnya yang hanya mampu melepaskan 4 tembakan tepat sasaran selama 2 leg, Mourinho berujar bahwa semua itu hanyalah data dan statistik. Ia tidak peduli dengan hal itu dan mengalihkan fokus pada pertandingan FA Cup akhir minggu nanti menghadapi Brighton.

Setelah dipastikan tersingkir, praktis kesempatan terakhir United berada pada ajang FA Cup musim ini. Andai kembali bermain buruk dan takhluk dari Brighton, maka hari penghakiman bagi Mourinho nampaknya akan sangat mungkin terjadi pada akhir musim nanti.

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.