Joe Hart Temukan Bentuk Penampilannya Kembali

Joe Hart Temukan Bentuk Penampilannya Kembali

Kharisma Joe Hart mulai memudar sejak kegagalan timnas Inggris di Euro 2016 lalu. Dia tak terpakai di Manchester City sehingga juara bertahan Liga Primer itu memilih untuk meminjamkannya ke klub Torino lantaran pelatih Pep Guardiola lebih memilih Claudio Bravo.

“Saya merasa seperti itu membebaskan saya karena saya tidak melihat ke belakang lagi, tidak khawatir tentang ke mana saya akan pergi.” kata Hart.

“Sudah dua tahun yang aneh. Satu hal yang saya benar-benar berjuang dengan mental sedang ditanya ‘Apa selanjutnya?’ Oleh keluarga, teman-teman dan orang-orang sepakbola. ‘Saya tidak tahu’ adalah tiga kata yang saya tidak suka katakan.” sambung Hart.

Hart dianggap sebagai salah satu kiper terkemuka Eropa, kiper nomor satu timnas Inggris dan kehadiran yang tenang di bawah mistar gawang Manchester City yang memiliki desain pada mendominasi Eropa.

Namun kedatangan Guardiola pada 2016 lalu menandai berakhirnya karir delapan musim Hart di gawang The Citizens.

Pinjaman selama satu musim di Torino diikuti dengan pinjaman lain di West Ham hanya membuat Hart bermain sebanyak 19 kali.

“Saya senang menjadi bagian dari tim [West Ham], beberapa orang yang sangat baik, tetapi itu tidak berhasil untuk saya,” kata Hart.

Joe Hart sempat menjadi kiper pinjaman di West Ham United. (Sumber:www.hit.com)

“David Moyes masuk, dan tidak mungkin merasa puas ketika Anda memiliki kontrak hanya sampai akhir musim. Dan dia tidak menganggap saya sebagai penjaga gawang.

“Saya mencoba semua yang saya bisa. Saya tidak pernah merasa tenang, tidak pernah benar-benar merasa seperti orang mengerti apa yang bisa saya bawa.

“Ini bukan musim yang hebat bagi saya yang berakibat tidak menjadi bagian dari Piala Dunia, yang sulit untuk diraih. Itu benar-benar sangat menyakitkan.

“Tidak ada hal lain yang bisa terjadi pada saya. Saya telah berharap kembali ke timnas Inggris di musim panas, dan tidak benar-benar memiliki rumah.” Ssambung Hart.

Hart kini memiliki kontrak bersama Burnley hingga 2020. Dan di bawah asuhan Sean Dyche, pemain berusia 31 tahun ini telah menemukan wujudnya kembali, membuat lebih banyak penyelamatan daripada kiper lainnya musim ini.

“Saya dalam bentuk yang cukup baik. Saya jelas punya banyak pengalaman. Saya mendapat medali, 75 penampilan, menangani situasi besar sebelumnya.

“Saya harus fokus untuk melakukannya di Burnley dan melihat apakah itu akan cukup karena saya tidak akan pernah ke sana. Saya ingin bermain untuk Inggris lagi.” tambah Hart.

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter