Marquez Ungkap Banyak Hal Gagalnya Honda di MotoGP Musim 2022

Marquez Ungkap Banyak Hal Gagalnya Honda di MotoGP Musim 2022

Marc Marquez mengungkapkan ada banyak hal penyebab gagalnya Honda di MotoGP musim 2022. Selain kurangnya performa mesin RC213V miliknya, rider Spanyol itu juga mengalami cedera begitu lama.

“Sejujurnya saya tidak tahu apa yang berbeda dari mesin baru. Mereka bahkan menguji di Jerez pada hari Minggu, pertama kali mesin ini menabrak trek. Saya tidak begitu yakin apa yang berbeda dari mesin ini, sebenarnya saya pikir mesinnya sama.” kata Marquez.

“Bagaimanapun, ini adalah sasis yang berbeda dan mereka tidak diragukan lagi telah mengubah keseimbangan dan beberapa hal lainnya. Kita lihat saja, setidaknya itu konsep pertama untuk 2023.” tambah Marquez.

Marquez hanya tampil di 13 dari 20 balapan MotoGP tahun ini, karena mengalami gegar otak di MotoGP Indonesia dan cedera lengan kanan atas untuk keempat kalinya, juara dunia delapan kali itu melewatkan tujuh balapan.

Selain itu, ia juga mengalami crash pada balapan di Aragon dan Valencia sehingga baru 11 kali finis, namun dengan 152 poin ia menjadi rider Repsol Honda terbaik di klasemen akhir di urutan ketiga belas.

“Saya senang bahwa musim telah berakhir. Ini adalah tahun yang aneh, pertama-tama di pihak saya karena cedera.” kata Marquez.

“Kami juga memiliki masalah dengan mesin, yang sangat sulit untuk ditangani. Juga dalam balapan di Valencia kami memiliki masalah lain dan kami harus memahami alasannya.”

“Mengapa sesuatu selalu terjadi pada kami selama balapan? Sangat sulit untuk memiliki akhir pekan tanpa masalah. Jika Anda ingin menjadi juara dunia, Anda harus konsisten dalam segala aspek.” tambah Marquez.

Saat ditanya tentang juara baru MotoGP 2022 yang dimenangkan Francesco Bagnaia, Marquez mengaku sangat kagum atas perjuangan rider Ducati itu.

“Saya tidak akan memberikan angka karena saya sangat menghormati Pecco, ia adalah pembalap yang hebat.” kata Marquez.

“Ia juga menang di kelas Moto2 dan telah memenangkan banyak balapan tahun ini, saya rasa balapannya di Malaysia belum pernah terjadi sebelumnya.”

“Bertarung dengan semua tekanan itu adalah sesuatu yang sangat saya hormati sebagai rider karena saya tahu seperti apa rasanya. Pada akhirnya mereka menemukan paket motor, tim, dan rider terbaik.” imbuhnya.

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.