Menjadi Rossi Itu Tidak Mudah - Berita Olahraga | Betting Online | Kasino Online

Menjadi Rossi Itu Tidak Mudah

Senin tanggal 24 Februari 2020, Valentino Rossi akan memiliki persiapan terakhir jelang MotoGP 2020 pada tes di Sirkuit Losail, Qatar. Sebuah musim yang bisa menjadi musim terakhir bagi The Doctor di MotoGP.

Menjadi Rossi itu tidak mudah. The Doctor terus mendapatkan kritikan di MotoGP karena penampilan yang terus menurun. Terlebih Rossi kali terakhir meraih kemenangan di kelas primer Grand Prix ini hampir tiga tahun lalu, 25 Juni 2017, pada balapan MotoGP Belanda.

Banyak pihak yang meminta Rossi untuk sadar. Sadar masa keemasannya sudah berakhir. Sadar akan usianya yang sudah 41 tahun. Bahkan sejumlah pebalap di MotoGP 2020 pantas menjadi anaknya.

Tetapi tidah tahu apa yang ada di pikiran Rossi hingga kini belum memutuskan pensiun. Tidak dipungkiri juara dunia Grand Prix sembilan kali itu masih mampu bersaing hingga MotoGP 2016. Ketika itu Rossi tiga kali beruntun menjadi runner-up. Bahkan Rossi hampir menjadi juara dunia MotoGP 2015 andai kontroversi di GP Malaysia tidak terjadi.

Namun, dalam tiga musim terakhir Rossi sudah tidak mampu melawan. Bahkan tidak mampu meraih kemenangan. Keluhan Rossi terhadap sepeda motor Yamaha M1 dalam beberapa musim terakhir juga menjadi tidak masuk akal ketika melihat Maverick Vinales tetap mampu meraih kemenangan dan Fabio Quartararo sukses menjadi fenomena musim lalu.

Jelang MotoGP 2020, Rossi juga mengatakan mulai merasakan stres. Mantan pebalap Honda dan Ducati itu bahkan sudah merasa takut memikirkan akhir pekan balapan karena harapan besar yang ada di pundaknya.

“Memasuki balapan akan menjadi lebih stres ketika Anda seorang Valentino Rossi, sangat menyakitkan melalui Kamis hingga Minggu. Akan terasa lebih indah jika mampu tampil cepat dan berhenti,” ujar Rossi.

Namun, kita tidak akan menganggap Rossi sebagai salah satu pebalap terhebat dalam sejarah MotoGP jika The Doctor langsung menyerah. Keputusan untuk menunda keputusan pensiun menandakan Rossi masih yakin dengan kemampuannya meski sudah 41 tahun.

Rossi memberikan bukti. Bukti untuk melawan dan berusaha menjawab kritikan. Dia tidak hanya santai-santai memasuki MotoGP 2020. Rossi mengganti kepala mekanik dari Silvano Galbusera ke David Munoz. Bahkan Rossi menurunkan ego dan rela ‘dilatih’ Jorge Lorenzo yang menjadi pebalap tes Yamaha di MotoGP 2020.

Jadi mari kita nikmati penampilan Rossi di MotoGP 2020, apapun hasil dan keputusan yang akan diambil The Doctor nantinya. Karena mungkin ini akan jadi kali terakhir kita melihat Rossi di arena MotoGP.

Sumber foto: kumparan.com

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.