Robert Kubica Ungkap Pernah Tandatangani Kontrak Bersama Ferrari - Berita Olahraga | Betting Online | Kasino Online

Robert Kubica Ungkap Pernah Tandatangani Kontrak Bersama Ferrari

Mantan pembalap Renault Formula 1 Robert Kubica mengungkapkan bahwa dirinya sempat menandatangani kontrak bersama Ferrari untuk musim 2012 silam sebelum mengalami kecelakaan reli yang membuatnya menderita luka parah dan mengganggu karirnya.

Berbicara kepada media, pembalap Polandia tersebut mengatakan dia sempat menandatangani kontrak dengan bos Ferrari pada saat itu Stefano Domenicali dan akan mendapatkan lebih sedikit bayaran daripada di Renault.

“Tujuan pertama adalah gabung ke F1. Kedua adalah menjadi bintang di F1, sehingga Anda memiliki nilai yang baik, reputasi yang baik, yang lebih sulit daripada bergabung.

“Ketiga, Anda memenangkan kejuaraan dunia atau menjadi pembalap Ferrari. Saya belum memenangkan kejuaraan dunia, pada akhirnya saya belum menjadi pembalap Ferrari tapi hampir.” tambah Kubica.

Kubica mengalami kecelakaan hebat ketika mengikuti sebuah reli mobil di Andora, Italia, pada tahun 2011. Pembalap berusia 33 tahun itu lalu divonis menderita patah lengan tangan kanan dan kaki.

Sejak insiden tersebut karir Kubica mulai tenggelam di F1, dimana tim Renault akhirnya memutuskan untuk merekrut Kimi Raikkonen dan Romain Grosjean sebagai pembalap mereka.

Kubica belum pernah kembali ke ajang balap F1 hingga ke detik ini meski ada tawaran dari tim Williams sebgai pembalap tes dan cadangan di awal musim 2018.

Kondisi Robert Kubica usai kecelakaan di Andora, Italia, pada tahun 2011 silam. (Sumber:www.dailyexpress.co.uk)

Sejatinya, Williams sangat tertarik kepada Kubica untuk menjadikan pasangan pembalap mereka saat ini Lance Stroll, akan tetapi tim asal Inggris tersebut lebih tertarik untuk merekrut pembalap dari Rusia, Sergey Sirotkin.

“Pemulihan saya begitu sulit sehingga untuk 16-18 bulan pertama itu tidak sakit. Saya berjuang, saya berkonsentrasi untuk pemulihan, saya menjalani periode yang sulit.” kenang Kubica.

“Semakin banyak waktu menjadi semakin sulit, karena harapan bahwa hal-hal yang bisa diurutkan menghilang. Ada saat-saat saya pulih luar biasa baik dan ada beberapa bulan kemudian ketika operasi tidak beres dan saya bukannya membaik.

“Itu menyakitkan bukan balapan di F1 tetapi itu tidak lebih menyakitkan karena saya tahu saya akan balapan untuk Ferrari.” tambah Kubica.

Kendati sudah lama tak membalap di F1, bekas pembalap BMW-Sauber tersebut tetap mengikuti perkembangan tim-tim di F1. Dia sempat mencoba simulator tim Mercedes dan Williams.

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.