Satu Buah Gol - Berita Olahraga | Betting Online | Kasino Online

Satu Buah Gol

Satu gol.

Hanya satu gol.

Menjelang akhir musim, hal-hal tak terduga terjadi dan banyak orang beranggapan bahwa keajaiban yang terjadi menjadikan musim ini sebagai salah satu musim terbaik dalam dunia sepalbola. Terutama tentunya bagi para penggemar sepakbola Eropa dan Inggris.

Saat pekan lalu saya menuliskan bagaimana Messi adalah yang terbaik, tentu saya tak segila dan senaif itu untuk beranggapan bahwa Liverpool akan mampu mematahkan kehendak Messi mengangkat trofi Liga Champions melalui comeback terbaik mereka melewati Istanbul pada tahun 2005. Messi tetap yang terbaik, namun secara permainan, Liverpool tentu layak melaju ke babak final berkat determinasi serta efektifitas mereka di depan gawang. Padahal, dari begitu banyak gol yang dicetak Barcelona pada salah satu musim terbaik mereka ini, mereka hanya butuh satu gol. Satu gol yang entah bagaimana caranya tak mampu mereka cetak sampai akhirnya malam terburuk dalam sejarah terjadi bagi Messi dan Barcelona yang sungguh digdaya di sepanjang musim 2018/2019. Semua hancur, karena satu buah gol.

Ketika Ziyech mencetak gol indah ke gawang Spurs, tentu semua penggemar sepakbola netral serta para pendukung Arsenal telah bersiap melontarkan selamat pada para pemuda Ajax yang dianggap telah memastikan satu buah tiket final ke Madrid. Sayangnya, lagi-lagi, Lucas Moura berhasil mendapatkan satu buah gol. Satu gol di menit 95 yang membawa Spurs ke dunia mimpi. Hal yang mustahil dan tak terpikirkan tersebut kini berubah jadi nyata. Ajax tersingkir karena aturan gol tandang dan Spurs untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil membuat para pendukung Arsenal mengalami mimpi terburuk mereka. Satu buah gol yang kembali membedakan surga dan neraka bagi Spurs serta Ajax.

Dan beralih ke Liga Inggris, musim ini menjadi salah satu musim terbaik yang pernah ada dalam persaingan merebut gelar juara. Hingga pekan terakhir, Manchester City dan Liverpool hanya terpaut satu poin dalam raihan total 95 dan 94 poin. Entah bagaimana caranya, raihan gila kedua tim tersebut belum juga mampu menuntaskan persaingan hingga pekan terakhir Minggu besok. Dan jika kita tilik sedikit ke belakang. Liverpool boleh berandai-andai bahwa satu buah gol yang tak mereka dapatkan kala bermain seri tanpa gol menghadapi Manchester United dan Everton akan jadi sesuatu yang menambah panjang masa puasa mereka semenjak 1990. Atau, mungkin sebuah gol yang tak jadi tercipta ke gawang City karena 1 mili bagian bola yang tak melewati garis gawang kala kedua tim bertemu.

Musim ini memang gila dan memberikan sajian drama terbaik hingga ke batasnya. Dan musim ini kita semua kembali diingatkan bahwa satu buah gol, satu saja, sungguh akan memberikan dampak yang tak terkira harganya.

Satu buah gol, yang menentukan surga dan nerakamu di akhir musim.

Satu gol.

 

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.