Ranieri Angkat Bicara Perihal Pemecatannya di Leicester - Berita Olahraga | Betting Online | Kasino Online

Ranieri Angkat Bicara Perihal Pemecatannya di Leicester

Claudio Ranieri akhirnya buka suara terkait pemecatannya pada acara Monday Night Football di chanel Sky Sport Senin lalu. Isu yang mengatakan bahwa para pemain Leicester mengkhianati dirinya dengan melakukan pertemuan rahasia dibantah sepenuhnya oleh Ranieri. “Saya tidak percaya dengan rumor yang mengatakan bahwa para pemain berbicara kepada pemilik klub untuk menyingkirkan saya. Saya tidak percaya jika para pemain ingin membunuh saya. Tidak, tidak, tidak.”

Ranieri yang baru saja membawa Leicester menjadi juara Liga Inggris paling sensasional di musim 2015/2016 dipecat 9 bulan setelah tidak mampu membawa Leicester tampil konsisten di ajang yang sama musim ini. Mereka bahkan nyaris terus berada di zona degradasi akibat performa mereka yang menurun drastis.

“Saya tau semenjak memenangkan gelar bahwa musim depan tidak akan berjalan mudah. Para pemain harus meninjau ulang pemikiran mereka dan melupakan apa yang terjadi musim lalu. Kami bukanlah tim yang terbias terus bersaing di papan atas liga. Kami hanyalah sebuah tim yang sederhana.”

“Kami harus tetap tampil tenang. Pada pertandingan pra musim kami bermain melawan banyak tim besar dunia. Kami berkeliling ke ujung dunia untuk hal tersebut.”

Ranieri setelahnya memberikan pernyataan menarik yang menggelitik beberapa pihak untuk mencurigai pelatih Leicester sekarang Craig Shakespeare yang sebelumnya menjabat sebagai asisten Ranieri. “Saya merasa mungkin penyebabnya adalah orang dibelakang saya. Tahun lalu saya memiliki sedikit masalah lalu kami menjuara Liga Inggris. Mungkin saat ini, saat kami tidak bermain sebaik kemarin, orang ini memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu terhadap saya.”

Namun Ranieri juga tidak terpancing saat ditanyakan perihal identitas orang yang dimaksud. “Tidak, tidak. Saya adalah seorang pria sejati. Jika ingin membicarakan sesuatu saya akan berbicara empat mata dengan orang tersebut.”

Ranieri berujar bahwa titik balik Leicester yang kini tampil tajam di Liga Inggris serta akan menghadapi Athletico Madrid di babak perempat final Liga Champion adalah pada pertandingan terakhirnya menjabat sebagai pelatih kala Leicester kalah 2-1 dari Sevilla.

“Saya tahu benar semangat serta motivasi pemain saya saat itu”, ujar Ranieri.

“Saya akan terus mendukung Leicester apapun yang terjadi. Saya sudah memenangkan banyak hal di Eropa namun hanya bersama Leicester saya menjadi seorang juara sejati. Saat ini saya tetap bangga sebagai juara untuk seluruh tim di Leicester, dan para fans akan selamanya berada di hati saya. Saya sungguh ingin berterima kasih kepada mereka semua.”

Ranieri sepertinya akan menjadi sosok yang tidak akan pernah tergantikan di jantung kota Leicester untuk selama-lamanya.

Popular News

IMG_4202
Sabar/Reza Juara Spain Masters, Menang Dramatis Lawan Malaysia
31 March 2024
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjuarai Spain Masters...
8
Duet Gia dan Megawati Pencetak Poin Red Sparks Musim Ini
31 March 2024
Giovanna Milana alias Gia menyatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada...
navii
NAVI melaju ke final Copenhagen Major atas G2
31 March 2024
Natus Vincere muncul sebagai pemenang semifinal kedua PGL Major Copenhagen, mengamankan...
fz
FaZe mengalahkan Vitality untuk mendapatkan tempat terakhir Major
31 March 2024
FaZe menjadi grand finalis pertama PGL Major Copenhagen setelah mengalahkan Vitality...
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

Leave a Comment

Your email address will not be published.